InfoSAWIT, JAKARTA – Program Pelatihan Strategis Kelapa Sawit 2026 resmi dibuka sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan profitabilitas kebun sawit melalui pendekatan teknis dan manajerial yang komprehensif. Program ini dirancang khusus bagi para pelaku industri sawit, mulai dari level operasional hingga manajerial.
Pelatihan ini mencakup empat modul utama yang berfokus pada peningkatan efisiensi pemupukan, penyusunan rekomendasi berbasis data, strategi peningkatan produksi, hingga penguatan manajemen akar dan hara tanaman.
Teknik Pemupukan Jadi Fondasi Utama
Modul pertama menitikberatkan pada teknik pemupukan kelapa sawit yang tepat, termasuk aplikasi dosis, pemilihan jenis pupuk sesuai kebutuhan tanaman (TBM/TM), serta strategi efisiensi biaya. Materi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan pilihan waktu pada 6–8 April, 3–6 Mei, dan 2–4 Juni 2026.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-Maret 2026 Naik Rp 118,75 per Kg
Pendekatan ini dinilai krusial karena pemupukan menjadi faktor utama dalam menjaga keseimbangan nutrisi dan produktivitas tanaman sawit.
Penyusunan Rekomendasi Berbasis Analisa Data
Modul kedua mengangkat pentingnya penyusunan rekomendasi pemupukan secara praktis dengan berbasis analisa daun dan tanah. Selain itu, peserta juga akan dibekali kemampuan membaca prediksi iklim dan potensi water deficit untuk mendukung pengambilan keputusan.
Pelatihan ini berlangsung selama empat hari, dengan jadwal pada 13–16 April, 11–14 Mei, dan 15–19 Juni 2026.
BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Lamandau Raup Rp737 Juta, Bukti Nyata Keberlanjutan Berbuah Manis
Strategi Meningkatkan Produktivitas Kebun
Pada modul ketiga, peserta akan mempelajari kiat mendongkrak produktivitas kelapa sawit melalui inovasi manajemen akar dan pemanfaatan varietas hibrida. Program ini juga membahas pengendalian banjir dan genangan air yang kerap menjadi kendala di lapangan.
Pelatihan ini berdurasi lima hari dan dijadwalkan pada 20–24 April, 18–22 Mei, serta 22–26 Juni 2026.
Integrasi Manajemen Akar dan Kanopi
Modul keempat menyoroti peran penting manajemen akar dan pupuk dalam meningkatkan serapan hara tanaman. Teknik pengelolaan akar bawah permukaan (under soil surface) serta integrasi dengan manajemen kanopi menjadi fokus utama.
BACA JUGA: China Ubah Peta Sawit Dunia, Standar Hijau Kini Jadi Aturan Main Global
Program ini akan berlangsung selama tiga hari pada 27–29 April, 18–20 Mei, dan 29 Juni–1 Juli 2026.
Menyasar Level Manajerial dan Teknis
Pelatihan ini ditujukan bagi berbagai kalangan profesional di industri sawit, seperti General Manager, Plantation Manager, Estate Manager, tim R&D, pimpinan kebun, hingga kepala seksi dan dinas perkebunan.
Dengan kurikulum yang aplikatif dan berbasis kebutuhan lapangan, program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi SDM sekaligus mendorong efisiensi dan keberlanjutan sektor perkebunan sawit di Indonesia.
BACA JUGA: HR CPO April 2026 Naik 5,41 Persen Jadi US$ 989,63/MT, BK Tembus US$ 148 per ton
Pendaftaran peserta telah dibuka dan dapat dilakukan melalui Link DAFTAR. (T2)
