InfoSAWIT, NEW DELHI – Curah hujan monsun di India diperkirakan mulai memasuki wilayah pantai selatan lebih awal dari jadwal normal tahun ini. Kondisi tersebut memunculkan harapan bagi petani untuk mempercepat penanaman berbagai komoditas utama seperti padi, jagung, kedelai, hingga tebu.
Dilansir InfoSAWIT dari Reuters, Senin (18/5/2026),Badan Meteorologi India atau India Meteorological Department (IMD) pada Jumat menyebutkan, monsun diperkirakan mulai mencapai negara bagian Kerala pada 26 Mei 2026, atau sekitar lima hari lebih cepat dibandingkan rata-rata tahunan. Meski demikian, IMD menyebut prakiraan tersebut memiliki margin kesalahan sekitar empat hari.
Kerala selama ini menjadi pintu masuk utama musim monsun di India sebelum hujan menyebar ke seluruh wilayah negara tersebut. Biasanya, musim monsun berlangsung hingga pertengahan September.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-Mei 2026 Tertinggi Rp3.886,11 per Kg
Kedatangan monsun menjadi faktor penting bagi sektor pertanian dan perekonomian India yang bernilai hampir US$ 4 triliun. Hujan monsun menyumbang hampir 70% kebutuhan air untuk lahan pertanian sekaligus membantu mengisi kembali cadangan air tanah dan waduk nasional.
Monsun yang datang lebih awal diperkirakan dapat membantu percepatan aktivitas tanam sejumlah komoditas pangan utama. Para petani di India umumnya menunggu kepastian hujan sebelum memulai musim tanam guna mengurangi risiko kekeringan pada fase awal pertumbuhan tanaman.
Namun demikian, prospek musim hujan tahun ini tetap menjadi perhatian pasar. Bulan lalu, India Meteorological Department memperkirakan curah hujan monsun 2026 berada di bawah rata-rata normal untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran terhadap produksi pertanian dan pertumbuhan ekonomi di negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia tersebut.
BACA JUGA: Ketika Ekonomi Cina Melambat, Sawit Justru Menemukan Ruangnya
Kekhawatiran semakin meningkat karena tekanan inflasi global yang masih tinggi akibat konflik Iran yang memicu kenaikan sejumlah harga komoditas.
IMD sendiri menetapkan kategori curah hujan normal berada pada kisaran 96% hingga 104% dari rata-rata curah hujan 50 tahunan sebesar 87 sentimeter selama periode monsun empat bulan. Menurut lembaga tersebut, perubahan pola hujan akan sangat menentukan produktivitas sektor pertanian India sepanjang tahun ini. (T2)
