307 Petani Sawit Swadaya di Langkat Peroleh STDB Perdana, Perkuat Traceability dan ISPO

oleh -269 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Sebanyak 307 petani swadaya kelapa sawit di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, untuk pertama kalinya berhasil memperoleh Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB).

InfoSAWIT, JAKARTA – Sebanyak 307 petani swadaya kelapa sawit di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, untuk pertama kalinya berhasil memperoleh Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB). Dokumen tersebut menjadi syarat penting bagi pekebun sawit dengan luas lahan di bawah 25 hektare dalam mendukung pendataan, kemamputelusuran (traceability), hingga pemenuhan standar perkebunan berkelanjutan.

Penerbitan STDB tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Sinar Mas Agribusiness and Food bersama mitra pemasok PT Amal Tani melalui program Sawit Terampil yang dijalankan sejak 2024. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas petani melalui pendampingan praktik budidaya sawit yang baik, mulai dari penyuluhan, dukungan tenaga lapangan, pemetaan kebun, hingga bantuan administrasi pengajuan STDB.

Program tersebut juga menjadi bagian dari kerja sama lebih luas antara IDH, Mondelēz International, dan Sinar Mas Agribusiness and Food dalam pelaksanaan Sustainable Palm Oil Landscape Initiative di Aceh dan Sumatera Utara. Inisiatif itu mendapat dukungan pemerintah Belanda dan Inggris melalui program National Initiatives for Sustainable Climate Smart Oil Palm Smallholders (NISCOPS).

BACA JUGA: Musim Hujan Datang Lebih Awal, Petani India Bersiap Percepat Tanam Padi dan Kedelai

Head of Smallholders Innovations Department Sinar Mas Agribusiness and Food, Helena Delima Lumban Gaol, mengatakan pendampingan pengurusan STDB menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok sawit yang lebih inklusif dan transparan.

“Melalui Sawit Terampil, kami berkomitmen untuk membangun rantai pasok yang lebih inklusif dan transparan. Pendampingan dalam proses perolehan STDB yang kami lakukan tidak hanya membantu petani memenuhi persyaratan, tetapi juga memperkuat posisi mereka dalam ekosistem sawit berkelanjutan,” ujar Helena dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (18/5/2026).

Sejak 2022, program Sawit Terampil telah menjangkau 4.776 petani swadaya di Kabupaten Langkat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.550 petani merupakan bagian dari rantai pasok PT Amal Tani yang turut memperoleh pendampingan intensif dalam pengelolaan kebun dan pengurusan administrasi.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-Mei 2026 Tertinggi Rp3.886,11 per  Kg

Manager Umum PT Amal Tani, Darul Iman Hutabarat, menilai program pendampingan tersebut memberikan dampak positif bagi petani maupun perusahaan, terutama dalam memperkuat kesiapan menuju sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

“Pendampingan ini membantu petani memahami proses pengajuan STDB secara lebih terarah, sehingga dapat memperkuat aspek administrasi dan kesiapan menuju sertifikasi ISPO,” ujar Darul.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, Rizal Gunawan Gultom, menegaskan bahwa STDB bukan merupakan bukti legalitas lahan, melainkan dokumen resmi yang menyatakan petani telah terdaftar sebagai pekebun sawit di pemerintah daerah.

BACA JUGA: Ketika Ekonomi Cina Melambat, Sawit Justru Menemukan Ruangnya

“STDB bukan merupakan legalitas lahan, melainkan dokumen resmi yang menyatakan bahwa petani terdaftar secara sah sebagai pekebun sawit di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat. Dokumen ini memberikan perlindungan bagi petani dalam mengelola lahannya,” ujar Rizal.

Ke depan, para pihak berharap capaian tersebut dapat mendorong lebih banyak petani swadaya untuk mengurus STDB sekaligus memperkuat praktik perkebunan sawit berkelanjutan di tingkat lapangan. Selain memenuhi aspek administratif, pendampingan berkelanjutan juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas petani, memperbaiki tata kelola kebun, dan membuka akses terhadap peluang pembiayaan maupun pengembangan usaha.

Dengan proses verifikasi yang masih berlangsung, jumlah petani penerima STDB diperkirakan akan terus bertambah sehingga memperluas partisipasi petani swadaya dalam rantai pasok sawit yang inklusif dan dapat ditelusuri. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com