InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia memastikan implementasi campuran biodiesel B15 secara nasional akan mulai berlaku pada 1 Juni 2026. Kebijakan tersebut diyakini mampu meningkatkan penggunaan minyak sawit domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar diesel berbasis fosil.
Dilansir InfoSAWIT dari Bernama, Minggu (17/5/2026), Kementerian Perladangan dan Komoditas Malaysia menyatakan seluruh proses koordinasi teknis bersama perusahaan minyak telah rampung dilakukan guna memastikan kesiapan rantai pasok, logistik, serta infrastruktur depot pencampuran biodiesel untuk implementasi program tersebut.
Menteri Perladangan dan Komoditas Malaysia, Noraini Ahmad, mengatakan penerapan campuran biodiesel yang lebih tinggi itu akan dijalankan melalui mekanisme yang dikoordinasikan oleh komite tingkat tinggi biofuel nasional.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode I-Mei 2026 Naik Rp74,63 per Kg
Menurut Noraini, implementasi B15 diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap diesel impor, memperpanjang ketersediaan stok bahan bakar nasional, serta membantu menjaga stabilitas harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar domestik.
“Kebijakan ini juga akan mendukung penurunan emisi karbon dari sektor transportasi sejalan dengan Kebijakan Nasional Agrikomoditas dan Peta Jalan Transisi Energi Nasional,” ungkap Noraini dalam pernyataan resminya.
Ia menambahkan, transisi menuju B15 sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur, rekayasa teknologi, dan kemampuan industri lokal Malaysia dalam mendukung agenda energi terbarukan berbasis sawit.
Selain itu, pemerintah Malaysia menegaskan bahwa peningkatan penggunaan minyak sawit untuk energi domestik tidak akan mengganggu pasokan ekspor ke pasar global.
Dalam aspek pengawasan implementasi, Kementerian Perladangan dan Komoditas Malaysia disebut bekerja sama dengan Kementerian Keuangan Malaysia, Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup Malaysia, serta Departemen Bea Cukai Kerajaan Malaysia.
Pemerintah juga menggandeng Kementerian Komunikasi Malaysia dalam pelaksanaan sosialisasi publik guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan akurat terkait penerapan biodiesel B15 secara nasional. (T2)
