InfoSAWIT, SINGAPURA – Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) menegaskan pentingnya membangun model perdagangan komoditas ASEAN yang lebih tangguh, inklusif, dan berbasis keberlanjutan dalam ajang 13th Singapore Dialogue on Sustainable World Resources (SWR) di Singapura.
Dilansir InfoSAWIT, Selasa (12/5/2026), melalui kanal media sosial resmi CPOPC, forum tahun ini mengusung tema “Resilient Commodities: Innovation and New Markets” yang membahas strategi penguatan komoditas di tengah dinamika pasar global.
Sekretaris Jenderal CPOPC, Izzana Salleh, turut menjadi pembicara pada Panel 1 bertajuk “New Markets for ASEAN Commodities”. Diskusi tersebut fokus pada langkah eksportir ASEAN dalam menghadapi perubahan pasar global melalui diversifikasi pasar, penguatan perdagangan Selatan-Selatan (South-South trade), hingga peningkatan konsumsi domestik dan penciptaan nilai tambah produk.
Dalam forum tersebut, CPOPC menekankan bahwa minyak sawit merupakan komoditas strategis yang berkaitan erat dengan perdagangan internasional, ketahanan pangan dan energi, pengembangan hilirisasi, serta implementasi regulasi keberlanjutan.
“Masa depan komoditas ASEAN bukan hanya tentang mencari pembeli baru, tetapi juga membangun model perdagangan yang lebih tangguh dan inklusif, di mana keberlanjutan tetap adil, berbasis sains, dan mendukung smallholders,” ujar Izzana Salleh.
CPOPC juga menilai implementasi keberlanjutan dalam industri sawit harus dilakukan secara kredibel, praktis, dan inklusif agar tidak memberatkan negara produsen maupun smallholders, ungkap manajemen dalam keterangan resminya.
BACA JUGA: Pemerintah Siapkan Pendanaan dan Pendampingan ISPO untuk Petani Sawit
Partisipasi CPOPC dalam forum SWR tersebut sekaligus memperkuat posisi minyak sawit dalam pembahasan strategis ASEAN terkait perdagangan berkelanjutan dan pengembangan komoditas yang lebih resilien di tengah tantangan ekonomi global. (T2)
