InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Stok minyak sawit Malaysia pada April 2026 meningkat 1,71 persen dibandingkan bulan sebelumnya seiring lonjakan produksi crude palm oil (CPO) di negara tersebut. Data terbaru yang dirilis Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan total stok sawit Malaysia mencapai 2,30 juta ton pada April 2026, naik sekitar 38.900 ton dibandingkan posisi Maret yang sebesar 2,27 juta ton.
Dalam laporan kinerja industri April 2026, MPOB mencatat stok CPO turut meningkat 0,54 persen menjadi 1,26 juta ton dari sebelumnya 1,25 juta ton pada Maret 2026.
Sementara itu, stok minyak sawit olahan tercatat naik 3,16 persen menjadi 1,04 juta ton dibandingkan 1,01 juta ton pada bulan sebelumnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau 13 – 19 Mei 2026 Naik Rp25,53 per Kg
Kenaikan stok tersebut terjadi di tengah lonjakan produksi sawit Malaysia sepanjang April 2026. MPOB melaporkan produksi CPO naik signifikan sebesar 18,37 persen atau bertambah 252.952 ton menjadi 1,63 juta ton, dibandingkan produksi Maret yang mencapai 1,38 juta ton.
Produksi inti sawit (palm kernel) juga mengalami peningkatan sebesar 19,92 persen menjadi 390.124 ton dari sebelumnya 325.320 ton.
Selain itu, produksi crude palm kernel oil (CPKO) naik 18,59 persen menjadi 192.268 ton dari 162.127 ton pada Maret 2026. Produksi palm kernel cake turut meningkat 21,54 persen menjadi 214.403 ton dibandingkan 176.406 ton pada bulan sebelumnya.
BACA JUGA: CPOPC Dorong Perdagangan Sawit ASEAN yang Tangguh dan Inklusif di Forum SWR Singapura
Dilansir InfoSAWIT dari The Edge Malaysia, Rabu (13/5/2026), meski produksi meningkat, ekspor minyak sawit Malaysia justru mengalami penurunan. MPOB mencatat ekspor minyak sawit turun 14,34 persen pada April 2026 menjadi 1,30 juta ton dari 1,52 juta ton pada Maret 2026.
Sebaliknya, beberapa produk turunan sawit mencatat kenaikan ekspor cukup signifikan. Ekspor palm kernel oil meningkat 39,65 persen menjadi 110.711 ton dibandingkan 79.278 ton pada bulan sebelumnya.
Ekspor palm kernel cake juga naik menjadi 266.186 ton dari sebelumnya 180.104 ton. Sementara ekspor produk oleokimia meningkat 23,83 persen menjadi 310.510 ton dari 250.746 ton pada Maret 2026.
Kenaikan paling tajam terjadi pada ekspor biodiesel yang melonjak hingga 193,04 persen menjadi 37.825 ton dibandingkan hanya 12.908 ton pada bulan sebelumnya.
Di sisi impor, MPOB melaporkan tidak terdapat impor CPO selama April 2026. Namun, impor palm kernel oil meningkat 29,13 persen menjadi 11.103 ton dibandingkan 8.598 ton pada Maret 2026.
Kenaikan produksi dan stok sawit Malaysia ini diperkirakan akan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan harga minyak sawit global dalam beberapa pekan ke depan, terutama di tengah perlambatan ekspor dan dinamika permintaan pasar internasional. (T2)
