InfoSAWIT, DEPOK – Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bersama sejumlah perusahaan industri kelapa sawit menggelar kegiatan sosial bertajuk “Sawit Berbagi, Ramadan Penuh Makna” dengan memberikan edukasi tentang manfaat sawit sekaligus menyalurkan santunan berupa paket sembako kepada anak-anak panti asuhan di Depok, Rabu (4/3).
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Riyadhush Sholihin, Kebayunan, Tapos, Depok ini didukung oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), PT Astra Agro Lestari Tbk, Apical, dan Wilmar Group. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial industri sawit sekaligus upaya memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai manfaat komoditas tersebut.
Ketua Umum Forwatan, Beledug Bantolo, menjelaskan bahwa kegiatan “Sawit Berbagi, Ramadan Penuh Makna” merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan bersama industri sawit sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode I-Maret 2026 Naik Rp 49,97per Kg
“Jadi, enggak hanya di sini, nanti ada beberapa panti asuhan juga kita bagikan sembako dan sedikit rezeki dari kami,” ujar Bantolo dalam keterangannya kepada InfoSAWIT, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, kelapa sawit merupakan komoditas strategis Indonesia yang memiliki peran besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Berbagai produk yang digunakan masyarakat, mulai dari minyak goreng hingga produk makanan dan kebersihan, banyak yang berasal dari turunan minyak sawit.
“Produk sawit digunakan hampir sepanjang hari dalam kehidupan kita. Mulai dari sabun, minyak goreng, cokelat, hingga es krim, semuanya dibuat dari minyak olahan sawit,” jelasnya.
BACA JUGA: Minyak Sawit dalam Transisi Pangan Global: Alternatif Lemak Nabati yang Efisien dan Berkelanjutan
Selain manfaat dalam kehidupan sehari-hari, Bantolo juga menyoroti kontribusi sektor sawit terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, nilai ekonomi sektor hilir kelapa sawit diperkirakan mencapai sekitar Rp 750 triliun, atau setara dengan sekitar 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, termasuk dari nilai ekspor dan berbagai produk turunannya.
Ia menegaskan bahwa pemahaman masyarakat mengenai sawit perlu terus diperkuat agar berbagai kampanye negatif terhadap komoditas tersebut dapat diluruskan melalui informasi yang berbasis fakta.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pemahaman bahwa sawit harus dilestarikan dan manfaatnya dijaga, jangan sampai keberadaannya di negeri kita dilupakan,” tambah Bantolo.
BACA JUGA: HIP Biodiesel Maret 2026 Ditetapkan Rp13.980/Liter, Mengacu Harga CPO Rp14.639/Kg
Sementara itu, Media Relations GAPKI, Mochamad Husni, menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan sawit secara aktif menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari komitmen industri untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya mengolah sawit untuk dijadikan minyak goreng, sabun, mentega, atau pasta gigi, tetapi juga membagikan sebagian hasilnya melalui kegiatan sosial agar bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Husni.
Ia menjelaskan bahwa program CSR perusahaan sawit umumnya difokuskan pada empat sektor utama, yakni pendidikan, peningkatan ekonomi masyarakat, kesehatan, dan lingkungan.
Menurut Husni, hasil dari usaha sawit tidak semata-mata menjadi keuntungan perusahaan, tetapi juga dibagikan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas keberkahan yang diperoleh.
