InfoSAWIT, JAKARTA – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Eddy Martono, menegaskan industri kelapa sawit telah menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional, mulai dari pembangunan wilayah terpencil, penciptaan lapangan kerja, hingga menjadi sumber devisa strategis bagi negara.
Hal itu disampaikan Eddy dalam acara peluncuran buku 45 Tahun GAPKI yang dirangkaikan dengan peringatan hari ulang tahun organisasi tersebut. Menurutnya, perjalanan panjang industri sawit di Indonesia merupakan bukti nyata bahwa sektor ini memiliki kontribusi luas, tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi pemerintah, masyarakat, serta pembangunan nasional secara berkelanjutan.
“Industri kelapa sawit telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani sawit, serta menjadi salah satu kekuatan ekonomi Indonesia, termasuk saat menghadapi berbagai krisis global,” ungkap Eddy Martono dalam sambutannya, dalam acara tersebut yang dihadiri InfoSAWIT, Rabu (29/4/2026).
BACA JUGA: Pendapatan TLDN Naik 6,8 Persen pada Kuartal I/2026, Produksi CPO dan Efisiensi Operasional Menguat
Eddy menambahkan, di tengah dinamika perdagangan global, perubahan kebijakan impor sejumlah negara, serta meningkatnya biaya logistik dan transportasi internasional, industri sawit Indonesia tetap memiliki prospek yang kuat. Menurutnya, penguatan pasar domestik, hilirisasi, dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci menjaga daya saing industri sawit nasional.
“Kepastian kebijakan, dukungan investasi, serta pemanfaatan teknologi menjadi fondasi penting agar industri sawit Indonesia terus berkembang dan mampu mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ungkap manajemen dalam laporan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Eddy juga menyampaikan apresiasi kepada para pendahulu GAPKI, termasuk Joko Supriyono dan para penulis buku 45 tahun perjalanan organisasi tersebut. Menurutnya, buku ini bukan sekadar dokumentasi sejarah, melainkan refleksi atas komitmen panjang industri sawit dalam membangun ekonomi bangsa.
BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Usung Model Sawit Berkelanjutan untuk Dongkrak Produksi Nasional
Ia menilai, keberhasilan industri sawit saat ini tidak terlepas dari kesinambungan kepemimpinan, kolaborasi antara pelaku usaha dengan pemerintah, serta dukungan berbagai lembaga seperti Direktorat Jenderal Perkebunan, lembaga riset, dan asosiasi terkait dalam menjaga produktivitas serta keberlanjutan industri.
Selain itu, GAPKI juga menyoroti pentingnya penguatan riset dan pengembangan bibit unggul, termasuk upaya konservasi serta pengembangan sumber daya genetik kelapa sawit yang dinilai strategis untuk meningkatkan produktivitas nasional di masa depan.
Dengan berbagai tantangan global yang dihadapi, GAPKI optimistis industri sawit Indonesia akan tetap menjadi sektor strategis, baik sebagai penyumbang devisa, sumber energi terbarukan, bahan baku industri oleokimia, maupun penggerak ekonomi kerakyatan yang melibatkan jutaan smallholders dan tenaga kerja di seluruh Indonesia. (T2)
