InfoSAWIT, JAKARTA – Industri kelapa sawit global terus bergerak menuju modernisasi berbasis teknologi. Hal itu tercermin dalam gelaran Palmex Indonesia 2026 yang menghadirkan beragam inovasi mulai dari drone, robotik, kecerdasan buatan (AI), hingga sistem otomatisasi perkebunan dan pabrik sawit.
CEO Fireworks Trade Media Group, Kenny Young, dalam sesi konferensi pers Palmex Indonesia 2026 yang dihadiri InfoSAWIT, Rabu (6/5/2026), mengatakan transformasi industri sawit kini berkembang sangat cepat seiring meningkatnya adopsi teknologi digital dan mekanisasi.
Menurut Kenny, perkembangan tersebut membuat industri sawit menghadirkan semakin banyak pemain teknologi baru yang fokus pada efisiensi operasional perkebunan dan pabrik pengolahan sawit.
BACA JUGA: PALMEX Jakarta 2026 Dorong Digitalisasi dan Inovasi, Perkuat Daya Saing Industri Sawit Nasional
“Dulu untuk memantau perkebunan orang masih menggunakan helikopter, sekarang sudah menggunakan drone. Bahkan ada teknologi robotik dan AI yang memungkinkan pengawasan kebun dilakukan secara real time dari jarak jauh,” ujarnya.
Ia mencontohkan, saat ini operator dapat memantau kondisi kebun, produktivitas tanaman, hingga kualitas buah sawit melalui sensor dan sistem digital tanpa harus berada langsung di lapangan.
Kenny menilai Palmex telah berkembang dari sekadar pameran dagang tradisional menjadi wadah pertukaran teknologi dan inovasi industri sawit global. Ia menyebut mekanisasi kini mulai diterapkan di berbagai lini, termasuk penggunaan traktor otomatis yang dapat dioperasikan dari jarak jauh.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Kalteng Periode II-April 2026 Dengan Tenera 100% Dipatok 3.475,29/Kg.
“Palmex menjadi tempat pelaku industri belajar mengenai teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi perkebunan maupun refinery,” katanya.
Menurutnya, skala Palmex Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada penyelenggaraan 2026, luas pameran meningkat sekitar 30 persen dibandingkan sebelumnya, dan diperkirakan akan terus bertambah pada edisi mendatang.
Dalam kesempatan itu, Kenny juga menyoroti tema Palmex Indonesia 2026 yakni Driving Global Palm Oil Through Innovation and Digital Transformation. Tema tersebut dipilih karena Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia.
BACA JUGA: Berikut Pentingnya Seleksi Dini Bibit Sawit, Kenali Gejala Abnormal Sejak Awal
Ia berharap melalui tema tersebut semakin banyak inovasi lokal Indonesia yang mampu menjadi rujukan global dalam pengembangan industri sawit modern dan berkelanjutan.
“Kami berharap petani sawit dan seluruh pemangku kepentingan bisa lebih banyak mengadopsi mekanisasi dan teknologi. Indonesia punya peluang besar menjadi pusat inovasi sawit dunia,” ungkapnya.
Kenny menjelaskan saat ini Indonesia masih menjadi negara produsen minyak sawit terbesar dunia, diikuti Malaysia, Thailand, Kolombia, dan Nigeria. Menurutnya, besarnya perhatian dunia terhadap Indonesia menjadi salah satu alasan mengapa pameran Palmex terus berkembang.
