“Di banyak perusahaan sawit, terutama di kebun-kebun luar Jawa, kegiatan sosial seperti ini rutin dilakukan. Ini bagian dari prinsip kami bahwa rezeki yang didapat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus dibagikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Melalui berbagai program sosial tersebut, perusahaan sawit berupaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan, membantu perekonomian masyarakat, memperkuat layanan kesehatan, serta menjaga kelestarian lingkungan agar manfaat industri ini dapat dirasakan secara luas.
Di sisi lain, Pengasuh Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Riyadhush Sholihin, KH Bahrudin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Forwatan bersama perusahaan sawit kepada anak-anak yatim.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 1,01% Pada Jumat (6/3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melonjak
Ia menilai bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan bantuan yang diberikan. Mudah-mudahan menjadi keberkahan bagi Bapak dan Ibu semuanya, serta dilancarkan segala urusannya,” ujarnya.
KH Bahrudin juga berharap perhatian dan dukungan yang diberikan dapat menjadi motivasi bagi anak-anak panti untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.
BACA JUGA: HIP Biodiesel Maret 2026 Ditetapkan Rp13.980/Liter, Mengacu Harga CPO Rp14.639/Kg
Menurutnya, seperti halnya kelapa sawit yang memberikan manfaat bagi banyak orang, anak-anak panti juga diharapkan kelak tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebagai informasi, Panti Asuhan Riyadhush Sholihin yang berlokasi di Tapos, Depok, merupakan lembaga yang didirikan secara mandiri oleh KH Moh. Yasin untuk mengasuh anak-anak yatim dan dhuafa. Saat ini panti tersebut menampung dan membina sekitar 98 anak yatim, piatu, dan dhuafa. (T2)
