InfoSAWIT, JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) terus memperluas langkah transformasi bisnis berkelanjutan dengan menjajaki kerja sama strategis bersama Konsorsium Korea untuk mengembangkan energi hijau berbasis biomassa sawit dan memperkuat hilirisasi produk perkebunan bernilai tambah.
Peluang kolaborasi tersebut mengemuka dalam pertemuan bisnis yang digelar di Jakarta dan mempertemukan jajaran manajemen Agrinas Palma Nusantara dengan sejumlah perusahaan teknologi dan investasi asal Korea Selatan. Agenda utama pembahasan mencakup pemanfaatan limbah biomassa kelapa sawit, pengembangan energi terbarukan, hingga peluang ekspor produk hilir berbasis sawit.
Pertemuan tersebut dipimpin Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Mohammad Abdul Ghani, didampingi Direktur Operasional Tuhu Bangun serta Direktur Bisnis Nurhidayat. Dari pihak mitra hadir President Director PT Astrum Dunia Inovasi Park Geoungduk, President Director Hwasung Tech-Win Co., Ltd. Lim Daetaeg, dan President Director PT Siborong Nusa Gemilang Tommy Julius R. L.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 17-23 Juni 2026 Naik Rp21,39 per Kg
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menyoroti potensi pengolahan tandan kosong kelapa sawit atau Empty Fruit Bunch (EFB) menjadi berbagai produk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produk yang menjadi fokus pengembangan antara lain biochar, biopellet, pupuk berbasis karbon, hingga biodiesel.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, menegaskan bahwa pengembangan energi hijau melalui pemanfaatan biomassa merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun industri perkebunan yang lebih berkelanjutan.
“Pengembangan energi hijau dan pemanfaatan biomassa merupakan bagian dari upaya Agrinas Palma untuk menciptakan bisnis yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Ghani, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (18/6/2026).
Biomassa Sawit Jadi Sumber Nilai Tambah Baru
Menurut Ghani, kerja sama dengan mitra internasional menjadi langkah penting untuk mempercepat transformasi Agrinas Palma menjadi perusahaan agroindustri modern yang memiliki daya saing global. Selain mendukung efisiensi pengelolaan perkebunan, kolaborasi ini juga diharapkan membuka peluang pengembangan produk hilir yang mampu menembus pasar ekspor.
Di sisi lain, Konsorsium Korea memperkenalkan sejumlah teknologi pengolahan biomassa yang dinilai dapat diintegrasikan dengan fasilitas pengolahan kelapa sawit milik Agrinas Palma. Teknologi tersebut tidak hanya berpotensi menghasilkan energi terbarukan dan material ramah lingkungan, tetapi juga mendukung upaya pengurangan emisi karbon.
Pemanfaatan biomassa sawit menjadi produk bernilai tambah dinilai semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap energi bersih dan bahan baku rendah karbon. Selain memberikan manfaat ekonomi, pengembangan sektor ini juga dapat mendukung skema perdagangan karbon yang saat ini mulai berkembang di berbagai negara.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau 17-23 Juni 2026 Naik Tipis
Studi Kelayakan Jadi Tahap Lanjutan
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat melakukan pertukaran data teknis, penyusunan proposal kerja sama, serta studi kelayakan untuk menentukan model bisnis yang paling efektif dan menguntungkan.
Langkah penjajakan ini menjadi bagian dari strategi Agrinas Palma Nusantara dalam memperkuat kemitraan internasional sekaligus mendukung agenda nasional di bidang hilirisasi industri sawit, transisi energi, dan pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Dengan dukungan teknologi dari Korea Selatan dan ketersediaan sumber biomassa sawit yang melimpah di Indonesia, kerja sama ini berpotensi membuka peluang baru bagi pengembangan industri energi terbarukan berbasis perkebunan di masa mendatang. (T1)
