InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) terjadi Withdraw (WD) dengan harga CPO Penawaran tertinggi Rp. 15.150/kg pada Rabu (17/6/2026), dengan demikian harga CPO tercatat naik Rp. 151/Kg atau naik sekitar 1,01% dibandingkan harga CPO penawaran tertinggi pada Senin (15/6/2026) yang mencapai Rp. 14.999/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai dibuka Rp. 15.400/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.150/Kg. Harga CPO FOB Teluk Bayur dibuka Rp. 15.270/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.970/Kg. Harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp. 15.200/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.950/Kg.
Sementara, dilansir NST, industri kelapa sawit global berpotensi menghadapi tantangan baru pada paruh kedua tahun 2026 seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem akibat fenomena El Niño yang diperkirakan berkembang lebih kuat. Kondisi ini dikhawatirkan menekan produksi minyak sawit di Malaysia dan Indonesia, sekaligus membuka peluang kenaikan harga crude palm oil (CPO) di pasar internasional.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau 17-23 Juni 2026 Naik Tipis
Lembaga riset pasar CGS International Securities Malaysia mengungkapkan, berdasarkan diskusi dengan ahli agronomi Dr. Lee Chin Tui, data terbaru dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat menunjukkan peluang sebesar 63 persen terjadinya El Niño kuat pada periode November 2026 hingga Januari 2027.
Menurut Lee, tanda-tanda kondisi kering bahkan diperkirakan mulai muncul sejak Juli 2026. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa cuaca kering berkepanjangan memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas perkebunan kelapa sawit.
Pada peristiwa El Niño tahun 2016, produksi CPO Malaysia tercatat turun 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, sepuluh perusahaan sawit besar di Indonesia mengalami penurunan produksi rata-rata 13,4 persen. Indonesia juga pernah mencatat kontraksi produksi sebesar 5,3 persen pada 2019 dan 8 persen pada 2024 saat menghadapi curah hujan rendah.
BACA JUGA: Industri Oloekimia Global: Saat Produksi Melesat, Pasar Tersendat
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Rabu (17/6/2026):
CPO_____
Franco Dumai Rp. 15.400 (WD), Penawaran tertinggi Rp. 15.150 – AGM
FOB Teluk Bayur Rp. 15.270 (WD), Penawaran tertinggi 14.970 – WNI
FOB Talang Duku Rp. 15.200 (WD), Penawaran tertinggi Rp. 14.950 – AGM
Loco Parindu Rp. 15.050 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.773 – EUP
Loco Luwu no bidder
(T2)
