Medbun Awards 2026 Perkenalkan Kompetisi Inovasi PKS, Dorong Industri Sawit Semakin Kompetitif

oleh -239 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Memasuki penyelenggaraan ketiga, penghargaan yang digelar Media Perkebunan di Medan, Kamis (9/7/2026), menghadirkan terobosan baru melalui kompetisi Palm Oil Mill Innovation (POMI) 2026.

InfoSAWIT, MEDAN – Ajang Medbun Awards 2026 kembali menegaskan pentingnya inovasi sebagai fondasi penguatan daya saing sektor perkebunan Indonesia. Memasuki penyelenggaraan ketiga, penghargaan yang digelar Media Perkebunan di Medan, Kamis (9/7/2026), menghadirkan terobosan baru melalui kompetisi Palm Oil Mill Innovation (POMI) 2026, sebuah ajang yang secara khusus mengapresiasi inovasi di pabrik kelapa sawit.

Kehadiran kompetisi tersebut menjadi salah satu sorotan utama Medbun Awards tahun ini. Tidak hanya memberikan penghargaan kepada perusahaan, lembaga, maupun tokoh yang berkontribusi terhadap pembangunan perkebunan nasional, tetapi juga mendorong lahirnya budaya inovasi yang berkelanjutan di sektor pengolahan sawit.

Pemimpin Umum Media Perkebunan sekaligus Direktur Jenderal Perkebunan periode 2016–2018, Bambang, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (16/7/2026) mengatakan bahwa, Medbun Awards diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya berbagai inovasi baru yang dapat meningkatkan daya saing perkebunan Indonesia di tengah tantangan global.

BACA JUGA: SNV Impact Forum 2026: Solusi Regerative Agriculture Bagi Keberlanjutan

Menurut Bambang, Media Perkebunan akan terus mempertahankan perannya sebagai media independen yang menjembatani kebutuhan pelaku usaha, pemerintah, akademisi, hingga masyarakat dalam mendorong kemajuan seluruh komoditas perkebunan.

Ia juga mengingatkan bahwa industri sawit Indonesia masih menghadapi tantangan besar, salah satunya implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang dijadwalkan berlaku pada akhir 2026. Karena itu, inovasi teknologi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing sawit nasional.

Direktur Jenderal Perkebunan yang diwakili Hadi Dafenta menilai Medbun Awards bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan bentuk apresiasi terhadap berbagai inovasi, kreativitas, dan dedikasi pelaku perkebunan yang selama ini berkontribusi bagi pembangunan sektor perkebunan Indonesia.

BACA JUGA: POPSI Dorong Audit Tata Kelola Sawit Sitaan Negara, Nilai Kasus Hukum Febrie Jadi Momentum Evaluasi

Menurutnya, pembangunan perkebunan tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, petani, hingga berbagai lembaga menjadi kunci untuk menghadirkan berbagai terobosan yang dibutuhkan industri.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri Palm Oil Mill Innovation (POMI) 2026, Posma Sinurat, menjelaskan kompetisi tersebut lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas pabrik kelapa sawit, khususnya pada perusahaan skala menengah dan kecil yang masih memiliki ruang besar untuk melakukan efisiensi.

Menurut Posma, tujuan utama POMI bukan hanya memilih inovasi terbaik, tetapi membangun budaya inovasi yang terus berkembang di lingkungan perusahaan. Ia berharap manajemen perusahaan semakin aktif mendorong para staf untuk menciptakan berbagai solusi teknis yang mampu meningkatkan produktivitas maupun efisiensi operasional.

BACA JUGA: Ekspor Sawit Indonesia Anjlok pada Mei 2026, Namun Kinerja Lima Bulan Pertama Tetap Tumbuh Positif

Proses seleksi POMI telah berlangsung sejak Januari 2026 dan menghasilkan sembilan finalis yang mempresentasikan inovasinya di hadapan empat dewan juri praktisi senior sebelum akhirnya ditetapkan para pemenang.

Ketua Dewan Juri Medbun Awards 2026, Karyudi, menambahkan penghargaan tersebut merupakan bentuk komitmen Media Perkebunan dalam mendukung kemajuan industri perkebunan, terutama sektor kelapa sawit yang selama ini menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar Indonesia.

Menurutnya, industri sawit masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari peningkatan produktivitas kebun, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), pengendalian penyakit Ganoderma, hingga penguatan sektor hilir seiring implementasi program biodiesel B50. Karena itu, apresiasi terhadap inovasi dinilai penting agar semangat melakukan perbaikan terus tumbuh di kalangan pelaku industri.

BACA JUGA: Koperasi Karyawan: Pilar yang Terlupakan dalam Membangun Kesejahteraan Pekerja

Pada Medbun Awards 2026, sebanyak 15 kategori penghargaan diberikan kepada perusahaan, institusi, organisasi, akademisi, dan tokoh yang dinilai berhasil menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor perkebunan Indonesia.

Sementara pada kompetisi Palm Oil Mill Innovation (POMI) 2026, Diamond Award diraih Hartanto Kusuma Manurung dari PT Global Kalimantan Makmur (HPI Agro). Gold Award diberikan kepada Ayu Karmila dari PT Eastern Sumatra Indonesia/PT Tolan Tiga Indonesia (SIPEF Group), sedangkan Silver Award diraih Ferdy Winanta Eka Saputra dari PT Mulia Agro Permai (KLK Group).

Melalui penyelenggaraan Medbun Awards, Media Perkebunan berharap budaya inovasi, kolaborasi, dan pertukaran praktik terbaik terus berkembang di seluruh subsektor perkebunan sehingga mampu memperkuat daya saing industri nasional dalam menghadapi tantangan pasar global. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com