Produksi Sawit Turun pada Mei 2026, GAPKI: Stok CPO Nasional Justru Naik Jadi 3,04 Juta Ton

oleh -192 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono.

InfoSAWIT, JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat produksi minyak sawit nasional pada Mei 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, penurunan konsumsi dan ekspor yang lebih besar membuat stok minyak sawit nasional justru meningkat hingga mencapai 3,042 juta ton pada akhir Mei 2026.

Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, Rabu (15/7/2026), menjelaskan bahwa meskipun produksi crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) menurun secara bulanan, kinerja industri sawit sepanjang lima bulan pertama tahun ini masih menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut GAPKI, produksi CPO pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,165 juta ton, turun 7,01 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 4,479 juta ton. Produksi PKO juga mengalami penurunan dari 424 ribu ton menjadi 387 ribu ton.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Selasa (14/7), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Menguat

Dengan demikian, total produksi CPO dan PKO pada Mei 2026 mencapai 4,552 juta ton, atau turun 7,16 persen dibandingkan April yang mencapai 4,903 juta ton.

Meski terjadi penurunan bulanan, secara kumulatif kinerja produksi masih menunjukkan tren positif. Selama periode Januari–Mei 2026, total produksi CPO dan PKO mencapai 25,013 juta ton, meningkat 10,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 22,600 juta ton.

Di sisi permintaan domestik, GAPKI mencatat total konsumsi minyak sawit dalam negeri pada Mei 2026 mencapai 2,078 juta ton, turun 2,98 persen dibandingkan April yang sebesar 2,141 juta ton.

BACA JUGA: Sinar Mas Agribusiness Perkuat Implementasi PSR untuk Tingkatkan Produktivitas dan Keberlanjutan Petani Sawit

Penurunan konsumsi terutama berasal dari sektor biodiesel yang tercatat sebesar 1,035 juta ton, lebih rendah dibandingkan April yang mencapai 1,137 juta ton. Sebaliknya, konsumsi untuk sektor pangan meningkat tipis menjadi 856 ribu ton dari 831 ribu ton, sementara konsumsi industri oleokimia naik menjadi 187 ribu ton dari sebelumnya 173 ribu ton.

Secara kumulatif selama Januari–Mei 2026, konsumsi domestik mencapai 10,743 juta ton, atau meningkat 5,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 10,200 juta ton.

GAPKI menjelaskan, dengan stok awal tahun sebesar 2,068 juta ton, total produksi Januari–Mei 2026 sebesar 25,013 juta ton, total konsumsi domestik 10,743 juta ton, total ekspor 13,320 juta ton, serta impor 24 ribu ton, maka stok minyak sawit nasional pada akhir Mei 2026 meningkat menjadi 3,042 juta ton.

BACA JUGA: B50 dan Trilema Pangan, Energi, dan Ekspor

Data tersebut menunjukkan bahwa meski produksi mengalami koreksi pada Mei, pertumbuhan produksi sepanjang tahun yang masih positif serta perlambatan penyerapan melalui konsumsi dan ekspor menjadi faktor utama meningkatnya cadangan minyak sawit nasional. Kondisi ini diperkirakan akan menjadi salah satu indikator yang terus dicermati pelaku industri dalam mengantisipasi dinamika pasokan dan permintaan CPO di pasar domestik maupun global. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com