Barantin Catat Sertifikasi Ekspor Produk Sawit 8,6 Juta Ton, Gandeng SawitNus Perkuat SDM Muda dan Hilirisasi

oleh -1.783 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Badan Karantina Indonesia (Barantin) membuka peluang kolaborasi dengan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Pembaharu Sawit Nusantara (SawitNus) guna memperkuat kapasitas generasi muda.

InfoSAWIT, JAKARTA – Badan Karantina Indonesia (Barantin) membuka peluang kolaborasi dengan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Pembaharu Sawit Nusantara (SawitNus) guna memperkuat kapasitas generasi muda sekaligus mendukung pengembangan industri kelapa sawit dan kelapa yang berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat hilirisasi, serta menjaga daya saing komoditas ekspor Indonesia.

Dilansir InfoSAWIT dari Barantin, Senin (13/7/2026), komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Barantin, Hudiansyah Is Nursal, bersama jajaran DPP SawitNus yang berlangsung di Jakarta pada Rabu.

Dalam pertemuan tersebut, Hudiansyah menegaskan bahwa Barantin memiliki peran strategis tidak hanya dalam melindungi sumber daya alam hayati dan menjamin keamanan pangan serta pakan, tetapi juga sebagai instrumen perdagangan yang mendukung kelancaran ekspor komoditas Indonesia.

BACA JUGA: RSPO: Melatih Petani Sawit Berkelanjutan Tak Cukup dengan Ilmu Teknis, Kepercayaan Jadi Kunci

“Selain menjalankan fungsi pelindungan sumber daya alam hayati, kami juga melaksanakan penegakan hukum serta berperan sebagai economic tools untuk memastikan komoditas ekspor Indonesia dapat diterima dengan baik di negara tujuan,” ujarnya.

Kinerja layanan karantina sektor sawit sepanjang semester pertama 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BEST TRUST, volume sertifikasi ekspor kelapa sawit beserta produk turunannya selama periode Januari–Juni 2026 mencapai 8,6 juta ton dengan estimasi nilai ekonomi sekitar Rp38,5 triliun.

Produk yang memperoleh sertifikasi didominasi oleh cangkang sawit, palm kernel expeller (PKE), RBD Palm Olein, minyak sawit mentah (CPO), serta RBD Palm Stearin. Komoditas tersebut diekspor ke berbagai negara tujuan utama, di antaranya Jepang, Thailand, Korea Selatan, Polandia, Selandia Baru, hingga Singapura.

BACA JUGA: Mengapa Perusahaan Wajib Memberdayakan Masyarakat? Ini Penjelasan Praktisi CSR

Di sisi lain, Ketua Umum DPP SawitNus, Ujang, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Barantin dalam membangun komunikasi dengan organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang pengembangan perkebunan kelapa dan kelapa sawit.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai program edukasi dan peningkatan kapasitas generasi muda agar semakin memahami pentingnya industri sawit berkelanjutan.

“Kami berharap ke depan dapat terjalin sinergi dengan Barantin, misalnya melalui ruang edukasi bersama yang bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda di sektor kelapa dan kelapa sawit,” ujar Ujang.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode II-Juli 2026 Naik Rp101,8 per Kg

Barantin juga terus memperkuat layanan perkarantinaan melalui digitalisasi dokumen dan integrasi sistem pelayanan guna mempercepat proses sertifikasi ekspor tanpa mengurangi kepatuhan terhadap standar internasional yang berlaku di negara tujuan.

Selain memastikan kesehatan komoditas, lembaga tersebut secara rutin memberikan bimbingan teknis kepada pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengembangkan produk olahan sawit. Pendampingan tersebut difokuskan pada pemenuhan persyaratan regulasi dan standar karantina di pasar ekspor.

Hudiansyah menambahkan, pengembangan hilirisasi komoditas lokal juga menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA: KEPAL Serahkan Kesimpulan Uji Materi UU Cipta Kerja ke MK, Soroti Bank Tanah hingga Ancaman bagi Petani

“Untuk menjaga keberlanjutan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat, hilirisasi komoditas asal Indonesia, termasuk kelapa dan sawit, harus terus didorong,” pungkasnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Barantin, Ichwandi, serta perwakilan Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Andi Yusmanto. Kolaborasi yang dibangun diharapkan mampu memperkuat ekosistem sawit nasional, mulai dari peningkatan kualitas SDM hingga penguatan daya saing produk Indonesia di pasar global. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com