Bentrok SAD dan Sekuriti Perusahaan Sawit di Sarolangun, Empat Warga Luka-Luka

oleh -1.169 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Tangkapan layar Bentrok antara Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) dengan pihak perusahaan terjadi di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Minggu (12/4/2026).

InfoSAWIT, SAROLANGUN – Bentrok antara Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) dengan pihak perusahaan terjadi di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Minggu (12/4/2026). Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya empat warga SAD mengalami luka-luka.

Dilansir InfoSAWIT dari Detik, pada Selasa (14 April 2026), bentrokan dipicu oleh kesalahpahaman antara warga SAD dan sekuriti perusahaan, meski sebelumnya telah dilakukan proses mediasi terkait dugaan pencurian tandan buah segar (TBS) sawit.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah fasilitas perusahaan mengalami kerusakan, termasuk kaca kantor dan mess yang pecah serta adanya aksi pembakaran di lokasi kejadian.

BACA JUGA: Riau Genjot Integrasi Sawit-Sapi, Jawab Lonjakan Kebutuhan Daging Nasional

Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa bentrok terjadi tidak lama setelah mediasi antara kedua pihak selesai dilakukan.

“Awalnya, penyebabnya dugaan SAD mencuri sawit. Mediasi sudah dilakukan siang harinya dan dinyatakan selesai, namun saat kembali, terjadi bentrok lagi,” ujar Wendi.

Ia menambahkan, konflik bermula saat warga SAD melintas di pos keamanan perusahaan dengan membawa TBS. Pihak sekuriti mencurigai buah tersebut sebagai hasil panen ilegal, sehingga terjadi cekcok yang berujung pada keributan.

BACA JUGA: B50 Segera Berlaku, KAI Pastikan Uji Teknis Demi Keselamatan Operasi

“Pihak sekuriti menduga buah tersebut hasil pengambilan baru, sehingga terjadi kesalahpahaman,” jelasnya.

Selain itu, sebelumnya juga sempat terjadi persoalan terkait rekrutmen tenaga kerja di perusahaan tersebut yang memperkeruh hubungan antara kedua pihak di lapangan.

Akibat bentrokan tersebut, empat warga SAD dilaporkan mengalami luka-luka. Sementara itu, pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan pengamanan dan evakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA: Tantangan Agrinas, di Balik Amanat Pengelolaan Sawit Jutaan Hektare

Untuk mengantisipasi eskalasi konflik, Polres Sarolangun mengerahkan 96 personel gabungan serta memperkuat pengamanan dengan satu pleton Brimob. Aparat juga melakukan langkah-langkah pemulihan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Wendi menegaskan bahwa pihaknya bersama bantuan kendali operasi (BKO) dari Polda Jambi terus melakukan upaya preemtif dan preventif, termasuk pendekatan kepada tokoh SAD, pihak perusahaan, serta pemangku kepentingan lainnya guna mendorong penyelesaian melalui jalur mediasi.

“Polres Sarolangun bersama BKO Polda Jambi terus melakukan langkah preemtif dan preventif agar situasi tetap kondusif,” tegasnya.

BACA JUGA: ITS Kembangkan Bensin Sawit Rendah Emisi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga kamtibmas dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Mari bersama menjaga situasi Sarolangun tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com