Hadapi Ganoderma, BRIN Perkuat Inovasi Benih dan Teknologi Deteksi Sawit

oleh -437 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Kepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN, Setiari Marwanto, dalam Webinar EstCrops_Corner #26 yang diselenggarakan BRIN, Jumat (29/5/2026).

InfoSAWIT, JAKARTA – Upaya meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit nasional terus menjadi perhatian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Di tengah tingginya nilai strategis sawit bagi perekonomian Indonesia, ancaman penyakit busuk pangkal batang akibat jamur Ganoderma masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan terpadu.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN, Setiari Marwanto, dalam Webinar EstCrops_Corner #26 yang diselenggarakan BRIN, dihadiri InfoSAWIT, Jumat (29/5/2026).

Menurut Setiari, berbagai program peningkatan produksi crude palm oil (CPO) terus dijalankan untuk memperkuat posisi strategis kelapa sawit nasional. Namun di balik upaya peningkatan produksi tersebut, industri sawit masih dibayangi gangguan penyakit tanaman yang berpotensi menghambat keberlanjutan sektor ini.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 29 Mei – 4 Juni 2026  Tertinggi Rp3.303,32/Kg

“Salah satu tantangan serius yang dihadapi industri sawit nasional adalah serangan penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh jamur Ganoderma,” ujar Setiari.

Ia menjelaskan, BRIN melalui Pusat Riset Tanaman Perkebunan saat ini terus menjalankan berbagai program riset yang berfokus pada pengendalian penyakit, peningkatan ketahanan tanaman, serta pengembangan inovasi teknologi untuk mendukung perkebunan sawit yang lebih berkelanjutan.

Salah satu fokus utama yang tengah dikembangkan adalah teknologi deteksi dini Ganoderma. Riset tersebut telah dimulai sejak 2025 dan diharapkan mampu membantu proses seleksi benih sejak fase awal sehingga potensi serangan penyakit dapat dikenali lebih cepat.

BACA JUGA: SPKS: Petani Sawit Jangan Dijadikan Tumbal Kebijakan Ekspor Satu Pintu

“Pengembangan deteksi Ganoderma sudah dimulai sejak 2025 dan kami berharap teknologi ini dapat membantu seleksi benih pada fase awal serangan,” ungkapnya.

Selain deteksi dini, BRIN juga mulai mengembangkan program pemuliaan tanaman untuk memperoleh varietas kelapa sawit yang memiliki ketahanan terhadap Ganoderma.

Menurut Setiari, program pemuliaan sawit tahan Ganoderma telah dimulai sejak 2024 melalui kerja sama dengan mitra swasta. Langkah ini dipandang penting untuk menghasilkan material tanam yang lebih adaptif terhadap tekanan penyakit di lapangan.

BACA JUGA: Kejagung Tetapkan Eks Komisioner Ombudsman Yeka Hendra Fatika Tersangka Kasus CPO

“Pemuliaan untuk mendapatkan varietas sawit tahan Ganoderma telah dimulai pada 2024 bersama mitra swasta,” katanya.

Tidak hanya itu, BRIN juga terus melakukan pengembangan teknologi kultur jaringan atau in vitro untuk meningkatkan keragaman sekaligus mutu benih sawit secara massal. Program tersebut dijalankan secara berkelanjutan dengan dukungan perusahaan swasta guna menjawab kebutuhan material tanam berkualitas di sektor perkebunan.

Meski berbagai riset telah berjalan, Setiari mengakui upaya yang dilakukan saat ini masih membutuhkan dukungan yang lebih besar agar hasilnya dapat memberikan dampak lebih cepat bagi industri.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode IV-Mei 2026 Naik Rp7,02 per Kg

“Upaya kami masih jauh dari cukup. Diperlukan sumber daya yang lebih besar dan kolaborasi yang kuat untuk mempercepat pengendalian Ganoderma,” tegasnya.

Setiari menilai, kolaborasi antara lembaga riset, pemerintah, pelaku usaha, dan sektor swasta menjadi kunci dalam menghadapi ancaman Ganoderma yang selama ini dikenal sulit dikendalikan dan menyebabkan kerugian besar di perkebunan sawit.

Dengan penguatan riset deteksi dini, pemuliaan varietas tahan, serta pengembangan teknologi benih berkualitas, BRIN berharap strategi pengendalian Ganoderma dapat semakin efektif dan pada akhirnya mampu menjaga produktivitas serta keberlanjutan industri sawit nasional. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com