InfoSAWIT, SINGAPURA – Wilmar International Limited mengumumkan peningkatan fasilitas pinjaman sindikasi (syndicated loan facility) dari semula US$1,5 miliar menjadi US$1,8 miliar. Langkah ini dilakukan setelah tingginya minat lembaga pembiayaan selama proses sindikasi sehingga fasilitas tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscription).
Dalam keterangan resmi perusahaan, fasilitas pembiayaan tersebut terdiri atas dua skema, yakni revolving credit facility bertenor lima tahun senilai US$1,44 miliar serta pinjaman berjangka lima tahun (term loan facility) sebesar US$360 juta.
Fasilitas pembiayaan ini diatur oleh sejumlah lembaga keuangan besar yang bertindak sebagai mandated lead arranger and bookrunner (MLAB), yakni Bank of China Singapore Branch, DBS Bank, HSBC Singapore Branch, Maybank Securities beserta afiliasinya, Oversea-Chinese Banking Corporation (OCBC), dan United Overseas Bank (UOB). Secara keseluruhan, pembiayaan tersebut didukung oleh 48 pemberi pinjaman, termasuk enam MLAB dan 42 lembaga keuangan partisipan lainnya, dengan HSBC bertindak sebagai koordinator tunggal sekaligus facility agent.
BACA JUGA: HR CPO Juni 2026 Turun Jadi US$ 1.029,51 per MT, BK CPO US$ 148 per MT dan PE sebesar 12,5 persen
Pinjaman tersebut diberikan kepada Wii Pte. Ltd., anak usaha yang sepenuhnya dimiliki Wilmar, dengan jaminan langsung dari Wilmar International. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing) atas utang yang sudah ada sekaligus memenuhi kebutuhan korporasi dan modal kerja grup usaha Wilmar.
Deputy Chief Operating Officer sekaligus Chief Financial Officer Wilmar, Charles Loo Cheau Leong, menilai peningkatan fasilitas pinjaman ini memperkuat fleksibilitas pendanaan perusahaan di tengah dinamika pasar global.
“Transaksi ini meningkatkan fleksibilitas pendanaan Grup serta ketahanan neraca keuangan. Kami menghargai dukungan berkelanjutan dari para mitra perbankan yang mencerminkan kepercayaan mereka terhadap tim manajemen dan strategi jangka panjang Grup,” ungkap Charles Loo dalam pernyataan resmi perusahaan, ditulis InfoSAWIT, Senin (1/6/2026).
BACA JUGA: Gubernur Sumbar Terbitkan Instruksi Jaga Stabilitas Harga TBS Pasca Kebijakan Tata Kelola SDA
Wilmar menyebut, dukungan kuat dari sektor perbankan menjadi sinyal positif terhadap prospek jangka panjang perusahaan agribisnis yang berbasis di Singapura tersebut.
Sebagai salah satu grup agribisnis terbesar di Asia, Wilmar memiliki model bisnis terintegrasi yang mencakup seluruh rantai nilai komoditas pertanian, mulai dari sumber bahan baku, pengolahan, branding, perdagangan hingga distribusi produk pangan dan industri. Perusahaan mengoperasikan lebih dari 1.000 fasilitas manufaktur dengan jaringan distribusi yang menjangkau Tiongkok, India, Indonesia serta sekitar 50 negara dan wilayah lainnya. (T2)
