InfoSAWIT, SINGAPURA – Indofood Agri Resources Ltd. (IndoAgri) merilis laporan keuangan konsolidasian interim tidak diaudit untuk semester II 2025 dan tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 (FY2025). Perseroan yang tercatat di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST) ini menegaskan posisi keuangan tetap terjaga hingga akhir tahun.
Sebagai grup agribisnis terintegrasi vertikal, IndoAgri menjalankan kegiatan usaha mulai dari riset dan pengembangan, pemuliaan benih kelapa sawit, budidaya perkebunan sawit, produksi dan pemurnian crude palm oil (CPO), hingga pengolahan komoditas lain seperti karet, tebu, kakao, teh, dan hutan tanaman industri. Kegiatan tersebut dijalankan melalui entitas anak, perusahaan asosiasi, dan ventura bersama, sementara induk usaha berfungsi sebagai perusahaan investasi.
Secara struktur kepemilikan, IndoAgri berada di bawah PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebagai induk antara dan First Pacific Company Limited sebagai induk utama, dengan Indofood Singapore Holdings Pte. Ltd. sebagai pemegang saham langsung.
Utang Pajak dan Klaim Pajak Menurun
Dari sisi perpajakan, IndoAgri mencatat saldo utang pajak sebesar Rp316,6 miliar per 31 Desember 2025, turun dibandingkan Rp349,8 miliar pada akhir 2024. Sementara itu, klaim pengembalian pajak dan tagihan pajak dalam proses banding tercatat Rp26,8 miliar, lebih rendah dari Rp73,6 miliar tahun sebelumnya.
“Saldo utang pajak Grup per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp316,6 miliar, sementara klaim pengembalian pajak dan tagihan pajak dalam proses banding sebesar Rp26,8 miliar,” tulis manajemen dalam catatan atas laporan keuangan tahunan 2025.
Manajemen juga mengakui adanya pertimbangan signifikan dalam menentukan provisi pajak penghasilan, mengingat ketidakpastian interpretasi regulasi dan potensi perubahan kebijakan fiskal.
BACA JUGA: Bengkulu Targetkan Replanting Sawit 3.500 Hektare pada 2026, Fokus Dongkrak Produktivitas Petani
Goodwill dan Aset Tetap Tanpa Penurunan Nilai
Nilai tercatat bruto piutang plasma sebelum pencadangan kerugian kredit ekspektasian (ECL) dan amortisasi suku bunga efektif (EIR) mencapai Rp1,28 triliun per akhir 2025, sedikit turun dari Rp1,32 triliun pada 2024.
Untuk goodwill, nilainya tetap sebesar Rp3,08 triliun, sama dengan posisi tahun sebelumnya. Manajemen memastikan tidak terdapat indikasi penurunan nilai.
“Tidak terdapat penurunan nilai (impairment) atas goodwill maupun aset tetap sepanjang FY2025, karena nilai terpulihkan masing-masing unit penghasil kas masih melebihi nilai tercatatnya,” ungkap manajemen dalam laporan tersebut.
BACA JUGA: Stok CPO Aman Kala Ramadan 1447 H, Kementan Pastikan Pasokan Minyak Goreng Tetap Terjaga
Nilai buku bersih aset tetap tercatat Rp16,11 triliun per 31 Desember 2025, dibandingkan Rp16,40 triliun pada 2024. Sepanjang FY2025 tidak terdapat pencatatan rugi penurunan nilai baru, berbeda dengan FY2024 yang membukukan impairment sebesar Rp296,2 miliar pada tanaman karet produktif dan aset terkait lainnya.
Pendapatan Ditopang Pasar Domestik
Pendapatan IndoAgri berasal dari penjualan produk sawit, karet, gula, minyak makan, serta produk agrikultur lainnya yang dikelompokkan dalam dua segmen utama, yakni Perkebunan serta Minyak dan Lemak Nabati. Seluruh pendapatan diakui pada satu titik waktu (point in time).
Sepanjang FY2025, Indonesia tetap menjadi kontributor utama pendapatan Grup. Tidak ada negara lain di luar Indonesia yang menyumbang lebih dari 10% total pendapatan Perseroan.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-Februari 2026 Naik Rp 45,47 per Kg
Dengan struktur aset yang relatif stabil, tidak adanya impairment tambahan, serta posisi pajak yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, IndoAgri menutup 2025 dengan fundamental keuangan yang tetap solid di tengah dinamika industri agribisnis global. (T2)
