InfoSAWIT, SORONG SELATAN – Aksi penjarahan dan perusakan terjadi di area perkebunan kelapa sawit milik PT Permata Putra Mandiri (PPM) di Distrik Kais, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, pekan lalu. Kericuhan tersebut mengakibatkan belasan barak karyawan rusak serta sejumlah pekerja mengalami luka-luka.
Insiden yang terjadi pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIT itu diduga dipicu oleh sekelompok warga yang berada di bawah pengaruh minuman keras. Situasi memanas setelah terjadi pengeroyokan terhadap empat pekerja perusahaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika seorang pria berinisial RM mendatangi area barak karyawan dan meminta meminjam sepeda motor milik salah satu mandor perusahaan. Permintaan tersebut ditolak sehingga memicu adu mulut di lokasi kejadian.
BACA JUGA: Ketika Ekonomi Cina Melambat, Sawit Justru Menemukan Ruangnya
Tidak lama berselang, RM diduga kembali bersama sejumlah rekannya dan melakukan penyerangan terhadap para pekerja di area perkebunan kelapa sawit tersebut.
Akibat kejadian itu, empat korban dilaporkan mengalami luka, yakni DS selaku mandor perusahaan, NP yang merupakan istri asisten kepala, AP istri mandor, serta OB pekerja borongan. Salah satu korban bahkan harus dirujuk ke RSU dr R Oetojo Kota Sorong untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Dilansir InfoSAWIT dari Fajar Papua, Selasa (19/5/2026), kericuhan semakin meluas ketika massa mulai melakukan pengrusakan terhadap fasilitas perusahaan. Sedikitnya 18 unit barak karyawan dilaporkan mengalami kerusakan akibat aksi pelemparan dan penghancuran kaca bangunan.
BACA JUGA: Kutai Timur Siapkan Pemetaan Geospasial Perkebunan Sawit untuk Tekan Konflik Lahan
Di tengah proses evakuasi ratusan pekerja dari lokasi, sejumlah oknum juga diduga melakukan penjarahan terhadap barang-barang milik karyawan yang ditinggalkan di dalam barak kosong.
Sekitar 179 pekerja perkebunan sawit dievakuasi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari bentrokan susulan. Namun dalam situasi tersebut, berbagai barang milik pekerja dilaporkan hilang.
Barang yang dijarah antara lain telepon genggam, kasur, perlengkapan dapur, pakaian, hingga uang tunai milik para pekerja.
BACA JUGA: Malaysia Resmi Terapkan Biodiesel B15 Mulai Juni 2026, Dorong Serapan CPO Domestik
General Manager PT PPM, Gita Mustika, mengatakan pihak perusahaan masih melakukan pendataan terkait total kerugian akibat aksi penjarahan dan perusakan tersebut.
“Sebagian besar barak karyawan mengalami kerusakan dan banyak barang pekerja hilang saat evakuasi berlangsung,” ujarnya.
Kapolsek Kais, Ipda Abdul Rahman, membenarkan adanya insiden pengeroyokan yang berujung pada aksi penjarahan dan pengrusakan di area perkebunan kelapa sawit PT PPM.
