Menurutnya, aparat kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi pelaku pengeroyokan, perusakan, maupun penjarahan yang terjadi saat kericuhan berlangsung.
Sementara itu, Kepala Distrik Kais, Yulius Keba, menyebut insiden tersebut diduga kuat dipengaruhi konsumsi minuman keras.
Pemerintah distrik bersama aparat keamanan dan tokoh masyarakat setempat telah melakukan mediasi guna menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah konflik meluas.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 15-21 Mei 2026 Tertinggi Rp3.903,88/Kg
Hingga kini, pengamanan di area perkebunan kelapa sawit PT PPM masih diperketat guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi susulan. (T2)
