InfoSAWIT, JAKARTA – Pergerakan saham emiten perkebunan kelapa sawit di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren variatif pada perdagangan terbaru, dengan sejumlah saham mencatat penguatan di tengah tekanan pada beberapa emiten lainnya.
Berdasarkan pantauan InfoSAWIT pada platform perdagangan Google Finance, Selasa (17/3/2026), saham PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mencatat kenaikan signifikan sebesar 3,88% ke level Rp1.340 per saham. Kinerja positif juga ditunjukkan oleh PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) yang naik 2,67% menjadi Rp1.540 per saham.
Selain itu, saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menguat 1,72% ke Rp590 per saham, serta PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) yang naik 1,22% ke posisi Rp4.960 per saham. PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) juga mencatat kenaikan tipis sebesar 0,83% menjadi Rp610 per saham.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Pada Selasa (17/3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Terkoreksi
Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun 0,35% ke Rp7.200 per saham, sementara PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) terkoreksi 0,83% ke Rp1.195 per saham.
Sementara itu, saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan PT Pulau Subur Tbk (PTPS) terpantau stagnan tanpa perubahan harga.
Pelaku pasar menilai pergerakan saham sektor sawit saat ini masih dipengaruhi oleh dinamika harga minyak sawit mentah (CPO) global serta sentimen eksternal, termasuk fluktuasi harga minyak nabati dan ketidakpastian kebijakan di negara produsen utama.
BACA JUGA: IPB Kembangkan Teknologi EC+ untuk Olah Limbah Cair PKS, Dorong Industri Sawit Lebih Berkelanjutan
Kondisi ini membuat investor cenderung selektif dalam melakukan aksi beli, dengan fokus pada emiten yang memiliki fundamental kuat serta eksposur pasar yang lebih stabil.
Ke depan, arah pergerakan saham sektor sawit diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan harga CPO global dan kebijakan energi, termasuk implementasi program biodiesel yang berpotensi meningkatkan permintaan domestik. (T2)
Disclaimer: Tulisan ini hanya sebagai referensi bagi pembaca. Tidak untuk mengajak atau mempengaruhi keputusan seseorang dalam berinvestasi. Segala tindakan yang diambil dalam berinvestasi saham, bukan menjadi tanggung jawab redaksi.
