Wilmar Catat Laba Inti US$1,28 Miliar, Kinerja 2025 Terdampak Tantangan Global

oleh -7.997 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Situasi kantor Wilmar.

InfoSAWIT, SINGAPURA – Perusahaan agribisnis global, Wilmar International, mencatat tahun 2025 sebagai periode penuh tantangan di tengah tekanan lingkungan bisnis global yang kompleks, mulai dari ketegangan geopolitik hingga dinamika regulasi di berbagai negara.

Dilansir InfoSAWIT dari laporan tahunan perusahaan, pada Rabu 15 April 2026, Chairman dan Chief Executive Officer Wilmar, Kuok Khoon Hong, menegaskan bahwa perusahaan tetap menjaga standar tata kelola yang ketat meski menghadapi berbagai isu, termasuk tuduhan pelanggaran yang dibantah secara tegas oleh manajemen.

“Perusahaan secara konsisten mematuhi seluruh hukum dan regulasi yang berlaku serta menjaga standar tata kelola yang ketat. Kami tidak akan mempertaruhkan investasi besar dan reputasi yang telah dibangun selama puluhan tahun untuk keuntungan yang melanggar hukum,” tegasnya dalam laporan tersebut.

BACA JUGA: Kolaborasi INSTIPER dan Industri, Pabrik Sawit Teknologi SPOT Siap Jadi Pusat Riset

Ia menjelaskan, sebagai perusahaan global dengan jaringan manufaktur di lebih dari 36 negara dan wilayah, penerapan prinsip etika yang tinggi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan dan memastikan pertumbuhan berkelanjutan.

Sepanjang 2025, Wilmar menghadapi tekanan dari ketegangan geopolitik, tarif perdagangan, serta perubahan lanskap regulasi yang memaksa perusahaan melakukan penyesuaian pada rantai pasok dan model bisnis. Namun, dengan dukungan jaringan distribusi global serta tenaga kerja yang adaptif, perusahaan mampu menjaga kinerja tetap stabil.

Dari sisi kinerja keuangan, Wilmar membukukan laba bersih inti sebesar US$1,28 miliar dengan pendapatan mencapai US$70,42 miliar pada FY2025. Kinerja ini ditopang oleh perbaikan pada semester kedua tahun berjalan, di mana laba inti meningkat 10% dan pendapatan naik 5%.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau 15-21 April 2026 Naik Rp 41,42 per Kg

Neraca keuangan perusahaan juga menunjukkan penguatan, dengan total aset mencapai US$65,64 miliar dan dana pemegang saham meningkat menjadi US$21,87 miliar.

Pada segmen Food Products, laba sebelum pajak tercatat menurun menjadi US$449,7 juta, terutama karena tidak adanya keuntungan dari transaksi sebelumnya di China. Meski demikian, secara operasional kinerja segmen ini membaik, didorong oleh peningkatan bisnis tepung dan beras serta kenaikan volume penjualan sebesar 5% menjadi 34,7 juta metrik ton.

Sementara itu, segmen Feed and Industrial Products mencatat kenaikan laba sebelum pajak menjadi US$861 juta. Kinerja ini didukung oleh margin pengolahan yang lebih baik serta kontribusi dari perdagangan gula, terutama pada paruh kedua tahun.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Senin (13/4), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Menguat

Adapun segmen Plantation and Sugar Milling mencatat peningkatan laba menjadi US$356,5 juta, didorong oleh harga minyak sawit yang lebih tinggi dan peningkatan penjualan gula pada awal tahun. Namun, kinerja ini sempat tertekan di akhir tahun akibat penurunan harga sawit serta produksi tandan buah segar yang melemah akibat kondisi cuaca di Indonesia.

Kontribusi dari entitas asosiasi dan joint venture juga melonjak signifikan sebesar 54% menjadi US$339,4 juta, terutama dari investasi di kawasan Asia pada semester pertama.

Selain itu, perusahaan juga mencatat dinamika strategis, termasuk divestasi dua mitra utama, yakni Adani Group di India dan PZ Cussons di Nigeria, dari masing-masing joint venture. Wilmar menyampaikan apresiasi atas kontribusi kedua mitra tersebut dalam membangun bisnis bersama selama ini.

Ke depan, perusahaan mengadopsi strategi alokasi modal yang lebih disiplin dengan fokus pada optimalisasi bisnis yang ada serta peningkatan efisiensi operasional, guna menghadapi ketidakpastian global yang masih berlanjut. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com