Stok Minyak Sawit Malaysia Diproyeksi Turun, Permintaan Global dan B50 Jadi Pendorong Harga

oleh -3.416 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Bulking storage CPO.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Stok minyak sawit Malaysia diperkirakan mengalami penurunan pada April 2026 seiring meningkatnya ekspor dan konsumsi domestik yang melampaui produksi dan impor.

Dilansir InfoSAWIT dari laporan CIMB Securities Sdn Bhd pada New Straits Times, ditulis Selasa (14 April 2026), persediaan minyak sawit diproyeksikan turun sekitar 1% secara bulanan (month-on-month/MoM) menjadi 2,24 juta ton.

Namun demikian, data awal menunjukkan ekspor minyak sawit dalam 10 hari pertama April justru melemah. Berdasarkan data Amspec, ekspor tercatat turun 30,7% MoM menjadi 402.916 ton.

BACA JUGA: Kolaborasi INSTIPER dan Industri, Pabrik Sawit Teknologi SPOT Siap Jadi Pusat Riset

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong lonjakan harga energi global. Harga gasoil ICE melonjak hingga 71% menjadi US$1.246 per ton, sementara harga minyak mentah Brent naik 33% ke level US$96 per barel setelah penutupan Selat Hormuz.

Kondisi ini, ditambah rencana implementasi biodiesel B50 di Indonesia mulai 1 Juli 2026 serta peningkatan mandat biofuel di Amerika Serikat, diperkirakan akan mendorong permintaan minyak nabati global.

Meski demikian, terdapat kekhawatiran terkait ketersediaan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan pangan dan biodiesel secara bersamaan, terutama di tengah risiko cuaca seperti potensi El Nino dengan probabilitas 62% pada periode Juni–Agustus 2026, serta kenaikan harga pupuk.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau 15-21 April 2026 Naik Rp 41,42 per Kg

CIMB Securities memperkirakan harga crude palm oil (CPO) akan berada di kisaran RM4.400 per ton pada 2026 dan meningkat menjadi RM4.500 per ton pada 2027, dengan mempertimbangkan dampak kebijakan B50 Indonesia.

Pada Maret 2026, stok minyak sawit Malaysia tercatat turun 16% secara bulanan, namun masih meningkat 45% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 2,7 juta ton.

Produksi minyak sawit pada periode tersebut mencapai 1,37 juta ton atau naik 7,2% MoM, didorong faktor musiman dan peningkatan hari kerja. Namun secara tahunan, produksi masih turun 0,8% akibat libur Hari Raya yang lebih awal.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Senin (13/4), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Menguat

Sementara itu, ekspor melonjak 40,7% MoM dan 54,3% YoY menjadi 1,55 juta ton, tertinggi untuk bulan Maret sejak 2019. Kinerja ini didorong oleh daya saing minyak sawit Malaysia yang meningkat serta tingginya permintaan menjelang hari raya.

Di sisi lain, impor minyak sawit turun 12,4% MoM menjadi 66.801 ton, sedangkan konsumsi domestik juga menurun 11% menjadi 328.854 ton.

Dengan kondisi ekspor dan konsumsi domestik yang lebih tinggi dibandingkan produksi dan impor, penurunan stok menjadi hal yang tidak terhindarkan. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com