InfoSAWIT, JAKARTA – Kabar duka datang dari keluarga mantan Menteri Pertanian Republik Indonesia periode 2000–2004, Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih. Sang istri tercinta, Ny. Mihoko Nakamura, meninggal dunia pada Sabtu, 18 April 2026 pukul 14:45 WIB dalam usia 81 tahun.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Saragih Garingging dan Nakamura. Dalam informasi yang disampaikan pihak keluarga, Mihoko dikenal sebagai sosok yang penuh kasih dan setia mendampingi perjalanan hidup suaminya, termasuk saat menjabat sebagai Menteri Pertanian.
Semasa hidupnya, almarhumah juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan memiliki keteguhan iman. Hal ini tercermin dari kutipan ayat Alkitab yang disampaikan keluarga dalam kabar duka tersebut: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4:7).
BACA JUGA: Badan Sawit Dinilai Jadi Game Changer Tata Kelola Sawit Nasional, Dorong Integrasi Hulu-Hilir
Almarhumah meninggalkan suami, Prof. Bungaran Saragih, serta seorang putri, Erina Nakamura Saragih, menantu Arief Laksana Damanik, dan seorang cucu, Owen Nasara Laksana Damanik.
Turut berduka cita juga disampaikan oleh Pemimpin Redaksi InfoSAWIT, Ignatius Ery Kurniawan. Ia mengungkapkan bahwa kepergian almarhumah menjadi duka mendalam bagi keluarga besar InfoSAWIT, mengingat Prof. Bungaran Saragih merupakan salah satu Dewan Redaksi InfoSAWIT sejak tahun 2007.
“Kami segenap Direksi dan staf InfoSAWIT menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ny. Mihoko Nakamura. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan, khususnya Prof. Bungaran Saragih, diberikan keteguhan, kekuatan, dan penghiburan,” ujar Ery.
BACA JUGA: SPKS Desak Pemerintah Tingkatkan DBH Sawit, Nilai untuk Daerah Dinilai Belum Adil
Keluarga besar InfoSAWIT juga menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam dan doa tulus bagi almarhumah serta keluarga yang ditinggalkan.
Kepergian Mihoko Nakamura menjadi kehilangan tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan yang mengenalnya sebagai sosok yang hangat dan berdedikasi dalam kehidupan keluarga. (T2)
