InfoSAWIT, PALEMBANG – Pembentukan Badan Pengelola Perkelapasawitan Indonesia (BPPI) dinilai akan menjadi langkah strategis dalam memperbaiki tata kelola industri sawit nasional yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan koordinasi dan regulasi.
Hal tersebut disampaikan Guru Besar Ilmu Hukum Ekonomi Universitas Jember sekaligus Dewan Pakar GAPKI Pusat, Prof. Dr. Ermanto Fahamsyah, dalam forum “Andalas Forum VI” yang digelar di Ballroom Hotel Aryaduta, Palembang, pada 16–17 April 2026.
Menurutnya, BPPI dirancang sebagai lembaga non-struktural yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan berfungsi sebagai pusat pengambilan kebijakan satu pintu di sektor perkelapasawitan.
BACA JUGA: Model Bisnis Bioenergi Sawit yang Realistis di Indonesia
“BPPI akan menjadi game changer yang mampu mengubah arah kebijakan perkelapasawitan nasional menuju tata kelola yang lebih terintegrasi dan strategis,” ujarnya dikutip InfoSAWIT dari paparanya.
Ia menjelaskan, keberadaan BPPI diharapkan dapat mengintegrasikan pengaturan, pengembangan, serta pengawasan industri sawit dari hulu hingga hilir, yang selama ini tersebar di berbagai kementerian dan lembaga.
Lebih lanjut, BPPI dirancang untuk mendorong harmonisasi regulasi yang selama ini kerap tumpang tindih, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap pekebun sebagai pelaku utama dalam sektor ini.
BACA JUGA: Teladan Prima (TLDN) Bagikan Dividen Rp701,05 Miliar, Naik 74,7% dari Laba 2025
Selain itu, lembaga ini juga diharapkan mampu mempercepat proses sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan serta memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi dan perdagangan global.
“Dengan posisi strategis tersebut, BPPI tidak hanya berfungsi sebagai lembaga administratif, tetapi menjadi arsitek sistemik dalam tata kelola perkelapasawitan Indonesia,” jelas Ermanto.
Ia menegaskan, pembentukan BPPI bukan untuk menambah birokrasi baru, melainkan menjadi simpul koordinasi lintas sektor yang mampu memperkuat sinergi kebijakan antar kementerian dan lembaga.
BACA JUGA: INSTIPER Yogyakarta Kenalkan Inovasi Malam Batik Sawit Ramah Lingkungan di Kampung Tamansari
Dengan adanya BPPI, diharapkan pengelolaan industri sawit nasional menjadi lebih terarah, efisien, serta mampu meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. (T2)
