InfoSAWIT, JAKARTA – PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) terus memperkuat strategi bisnis melalui peningkatan produktivitas, ekspansi anorganik, serta pengembangan infrastruktur guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan di industri kelapa sawit.
Wasisto Budi S, SVP Corporate Strategy dan Head of Corporate Finance di PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN), dalam Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dihadiri InfoSAWIT, Kamis (16/4/2026), mengungkapkan bahwa, perseroan menargetkan peningkatan volume produksi melalui optimalisasi perolehan tandan buah segar (TBS) yang bersumber dari petani plasma dan petani mandiri di sekitar wilayah operasional pabrik kelapa sawit.
“Peningkatan volume produksi dilakukan melalui perolehan TBS dari petani plasma dan mandiri di sekitar pabrik sebagai bagian dari praktik keberlanjutan Perseroan,” ungkap Wasisto.
BACA JUGA: Kinerja Astra Agro Melesat, Laba Bersih 2025 Tumbuh 28,2% Jadi Rp1,5 Triliun
Selain itu, Perseroan juga berfokus menjaga kinerja keuangan dengan meningkatkan profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas guna memastikan stabilitas finansial di tengah dinamika industri.
Dalam aspek pertumbuhan, TLDN menargetkan percepatan ekspansi anorganik melalui akuisisi perusahaan yang bergerak di sektor kelapa sawit. Strategi ini diharapkan mampu memperluas portofolio bisnis sekaligus meningkatkan kapasitas produksi.
“Kami terus membuka peluang untuk mengakuisisi perusahaan kelapa sawit guna mempercepat pertumbuhan anorganik dan memperkuat kapasitas produksi,” ungkapnya.
BACA JUGA: SPKS Desak Pemerintah Tingkatkan DBH Sawit, Nilai untuk Daerah Dinilai Belum Adil
Di sisi operasional, Perseroan melakukan perbaikan infrastruktur dan sarana penunjang produksi, termasuk pembangunan fasilitas Palm Kernel Crushing (PKC) dengan investasi sekitar US$ 50–60 juta serta pembangunan biogas power plant senilai US$ 40–50 juta sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan dan hilirisasi.
Selain itu, Perseroan juga tengah membangun pabrik kelapa sawit kedua untuk meningkatkan kapasitas pengolahan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Dengan kondisi industri yang dinilai kondusif, TLDN optimistis kinerja pada 2026 akan meningkat. “Kami optimistis produksi dapat tumbuh sekitar 5–10% dibandingkan 2025, dengan pendapatan dan laba juga berpotensi meningkat hingga sekitar 10%,” ungkap dia. (T2)
