InfoSAWIT, JAKARTA – PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) terus memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan melalui digitalisasi dan optimalisasi operasional guna menjaga kinerja produksi tetap stabil.
Dalam Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dihadiri InfoSAWIT, pada Kamis (16 April 2026), Direktur Keuangan, Akuntansi & Pajak TLDN, Mahirudin, mengungkapkan bahwa Perseroan telah mengimplementasikan kebijakan sawit lestari melalui penggunaan aplikasi berbasis web Teladan Greenmetric.
Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan manajemen memantau kinerja keberlanjutan secara real-time, mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan, serta memperkuat pengambilan keputusan strategis.
BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Gandeng KPBN, Perkuat Strategi Pemasaran CPO Nasional
“Melalui Teladan Greenmetric, manajemen dapat memantau kinerja keberlanjutan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang membutuhkan penanganan segera,” ujarnya.
Selain itu, Perseroan juga mengoptimalkan sistem Teladan Production System (TPS) sebagai bagian dari transformasi operasional. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan perkebunan, baik di kebun inti maupun plasma, yang memiliki profil umur tanaman relatif serupa.
TLDN mencatat rata-rata umur tanaman inti sebesar 16,1 tahun dengan 98,4% merupakan tanaman prima, sementara rata-rata umur tanaman plasma mencapai 14,3 tahun dengan 98,1% juga didominasi tanaman prima. Kondisi ini dinilai memberikan prospek produktivitas yang baik ke depan.
BACA JUGA: Wilmar Perkuat Segmen Perkebunan dan Gula, Fokus Produktivitas di Tengah Tantangan Global
Hingga 2025, Perseroan mengoperasikan enam pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas olah mencapai 335 ton TBS per jam, serta fasilitas kernel dengan kapasitas 43.500 ton per hari. Operasional ini juga didukung oleh dua dermaga yang dikelola Perseroan.
Sepanjang 2025, TLDN mencatat peningkatan kinerja produksi. Produksi TBS inti dan plasma masing-masing meningkat sebesar 3,6% dan 9% menjadi sekitar 1,1 juta ton dan 161.476 ton. Sementara itu, pembelian TBS dari pihak luar tercatat sebesar 192.405 ton.
“Peningkatan produksi TBS ini merupakan hasil dari penerapan praktik perkebunan terbaik yang diikuti dengan pemupukan dan pemeliharaan sesuai standar tinggi,” ungkap Mahirudin.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode II-April 2026 Naik Rp101,26 per Kg
Secara keseluruhan, volume produksi tandan buah segar mencapai 1.271.034 ton pada 2025 atau meningkat 4,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, tingkat ekstraksi minyak (OER) mengalami penurunan menjadi 22,8% dari sebelumnya 25%, yang dipengaruhi oleh kualitas TBS yang belum optimal.
Di sisi lain, produksi kernel juga mencatat pertumbuhan, mencapai sekitar 333 ribu ton atau meningkat sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan capaian tersebut, Perseroan menilai kinerja operasional tetap terjaga dan menunjukkan stabilitas dalam mempertahankan produktivitas pabrik sepanjang 2025. (T2)
