InfoSAWIT, MUMBAI – Impor minyak sawit India mengalami penurunan tajam pada Maret 2026, turun hampir 19% secara bulanan seiring kenaikan harga minyak nabati global yang mendorong pelaku industri menunda pembelian.
Dilansir InfoSAWIT dari pernyataan resmi Solvent Extractors’ Association of India pada India Times, ditulis Selasa (14 April 2026), impor minyak sawit tercatat sebesar 689.462 metrik ton, turun dari 847.689 ton pada Februari, sekaligus menjadi level terendah sejak Desember 2025.
Penurunan ini terjadi seiring reli harga minyak tropis yang mengikuti pergerakan pasar energi, sehingga para pembeli memilih menahan pembelian sambil menunggu harga yang lebih stabil.
BACA JUGA: Bentrok SAD dan Sekuriti Perusahaan Sawit di Sarolangun, Empat Warga Luka-Luka
Sementara itu, impor minyak kedelai juga turun sekitar 4% menjadi 287.220 ton. Sebaliknya, impor minyak bunga matahari meningkat signifikan sekitar 35% menjadi 196.486 ton.
Secara keseluruhan, total impor minyak nabati India turun lebih dari 9% menjadi 1,17 juta ton pada Maret, terendah sejak April 2025, akibat penurunan pembelian minyak sawit dan minyak kedelai.
India selama ini mengimpor sebagian besar minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia, sementara minyak kedelai dan bunga matahari dipasok dari Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina.
BACA JUGA: B50 Segera Berlaku, KAI Pastikan Uji Teknis Demi Keselamatan Operasi
Seorang pelaku perdagangan di Mumbai menyebutkan bahwa meningkatnya pasokan minyak rapeseed dari panen musim baru turut menekan kebutuhan impor dalam jangka pendek.
“Pembeli masih menunggu koreksi harga. Jika harga tidak turun dalam beberapa minggu ke depan, impor kemungkinan akan kembali meningkat,” ujarnya.
Penurunan impor ini berpotensi mengurangi stok domestik dan menopang harga minyak nabati lokal. Namun, dalam beberapa bulan ke depan, India diperkirakan akan meningkatkan kembali pembelian untuk menjaga ketersediaan pasokan. (T2)
