Bupati Pesisir Selatan Tinjau PKS PT Kemilau, Harga TBS Sawit Petani Jadi Perhatian

oleh -123 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni sidak ke Pabrik kelapa sawit, cek harga TBS.

InfoSAWIT, PESISIR SELATAN – Merosotnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, turun langsung meninjau operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Kemilau Permata Sawit di Nagari Kubu Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Senin (1/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan bersama jajaran legislatif dan perangkat daerah, di antaranya Ketua DPRD Pesisir Selatan Darmansyah, Wakil Ketua DPRD Hakimin, Wakil Ketua DPRD Dani Sopian, serta sejumlah kepala OPD terkait. Peninjauan lapangan itu merupakan tindak lanjut dari surat edaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Nomor 521.3/114/DPTPH/V-2026 tertanggal 25 Mei 2026 yang meminta pemerintah daerah menjaga stabilitas harga TBS dan kondusivitas wilayah pasca kebijakan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA).

Dalam surat tersebut, pemerintah provinsi mengingatkan agar kebijakan tata kelola ekspor SDA tidak dijadikan alasan oleh perusahaan untuk menekan harga buah petani. Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap penerapan harga TBS, termasuk mencegah penurunan harga secara sepihak, pembatasan penerimaan buah, permainan standar sortasi, maupun keterlambatan pembayaran kepada petani.

BACA JUGA: GAPKI: Industri Sawit Membutuhkan SDM Adaptif dan Siap Hadapi Perubahan Teknologi

Di hadapan manajemen PT Kemilau Permata Sawit, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menegaskan harga sawit petani Pesisir Selatan harus tetap dijaga agar tidak tertinggal dibandingkan daerah lain. “Jadi, harga tidak boleh turun, tapi kalau naik boleh. Hal ini sesuai dengan instruksi Pak Gubernur,” ujar Hendrajoni, dilansir InfoSAWIT dari Pemkab Pesisir Selatan, Rabu (3/6/2026).

Bupati menjelaskan, pemerintah daerah sengaja turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang dihadapi petani maupun perusahaan agar persoalan harga dapat dipahami secara menyeluruh.

“Berdasarkan surat edaran tersebut makanya kita bergerak ke lapangan melihat seperti apa kondisi saat ini. Jangan sampai masyarakat petani sawit kita dirugikan. Saya yakin dan percaya PT Kemilau akan merespons persoalan ini dengan baik,” katanya.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Selasa (2/6), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Libur

Menurut Hendrajoni, kunjungan tersebut diharapkan mampu menghasilkan komitmen bersama antara pemerintah dan perusahaan guna menjaga stabilitas harga sawit di daerah.

“Mudah-mudahan dengan kunjungan ini nantinya ada komitmen dengan pihak perusahaan sehingga petani sawit kita tidak dirugikan,” tambahnya.

Bupati juga menyoroti anjloknya harga sawit yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Pesisir Selatan. Ia menilai kondisi tersebut memunculkan pertanyaan karena harga sawit di pasar internasional disebut relatif stabil.

BACA JUGA: TPOMI 2026 Jadi Momentum Transformasi Teknologi dan Talenta Industri Sawit

“Kita akui sekarang harga sawit anjlok hampir di seluruh daerah. Padahal di luar sana seperti di Eropa harganya stabil. Tapi kenapa di daerah kita bisa turun? Ada apa? Kebijakan dari mana? Akibatnya tentu masyarakat yang dirugikan,” ujarnya.

Hendrajoni bahkan membandingkan harga sawit di Pesisir Selatan dengan Bengkulu yang disebut berada di kisaran Rp3.750 per kilogram. Karena itu, ia meminta adanya pembahasan bersama dengan perusahaan sambil menunggu keputusan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Saya minta harga sawit masyarakat ini dinaikkan seperti di Bengkulu. Nanti kita akan bahas bersama pihak perusahaan sambil menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” tegasnya.

 

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com