InfoSAWIT, MUKOMUKO – Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, melalui Dinas Pertanian terus mengoptimalkan bimbingan dan pembinaan kepada petani guna mencegah alih fungsi lahan sawah menjadi kebun sawit. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mastaman, mengatakan saat ini pemerintah daerah fokus melakukan pembinaan sekaligus mendorong percepatan perbaikan infrastruktur irigasi.
“Untuk saat ini, yang dapat kami lakukan adalah terus melakukan pembinaan serta mendorong perbaikan irigasi,” ujarnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-Januari 2026 Naik Rp 24,94 per Kg
Menurutnya, ketersediaan infrastruktur irigasi yang memadai menjadi kunci utama dalam menekan potensi alih fungsi sawah menjadi kebun sawit. Selama ini, perubahan fungsi lahan kerap terjadi akibat keterbatasan pasokan air di sejumlah area persawahan.
Ia menjelaskan, beberapa lahan sawah tidak mendapatkan pengairan secara optimal karena jaringan irigasi yang kurang memadai. Kondisi tersebut membuat produktivitas menurun dan mendorong sebagian petani beralih menanam sawit yang dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi.
“Jika infrastruktur irigasi baik dan kebutuhan air terpenuhi, potensi alih fungsi lahan tentu dapat ditekan,” katanya dilansir InfoSAWIT dari Antara, Jumat (13/2/2026).
BACA JUGA: Diva Tanzil Dipercaya Pacu Transformasi Petani Kopi Lewat Stronger Coffee Initiative di Sumatera
Ajukan Dukungan ke Pusat dan Provinsi
Dalam situasi keterbatasan anggaran daerah, pemerintah kabupaten terus berupaya mengajukan proposal perbaikan irigasi dan pembangunan sarana prasarana pendukung ke pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
Hari menambahkan, pada 2025 meskipun terjadi efisiensi anggaran di tingkat kabupaten, adanya dana Instruksi Presiden (Inpres) terkait infrastruktur irigasi membuka peluang tambahan dukungan pendanaan.
Melalui alokasi dari Kementerian Pekerjaan Umum yang disalurkan lewat Balai Wilayah Sungai (BWS), sejumlah anggaran pembangunan sarana irigasi difokuskan untuk Kabupaten Mukomuko.
BACA JUGA: Ratusan Pemuda ASEAN Serukan Transisi Hijau yang Adil di SEA Youth Summit 2026
“Anggaran pembangunan sarana irigasi pada 2025 cukup besar. Meski pelaksana teknisnya berada di instansi pekerjaan umum, lokasi kegiatan difokuskan di Kabupaten Mukomuko,” jelasnya.
3.400 Hektare Sawah Jadi Prioritas
Saat ini, luas total lahan sawah di Kabupaten Mukomuko mencapai sekitar 3.400 hektare. Areal tersebut tersebar di Daerah Irigasi Air Manjuto dan Selagan.
Pemerintah daerah berharap, melalui penguatan infrastruktur irigasi dan pendampingan berkelanjutan kepada petani, keberlanjutan lahan sawah dapat terjaga sehingga kontribusinya terhadap ketahanan pangan daerah tetap optimal di tengah dinamika pengembangan perkebunan sawit. (T2)
