InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Kabar penting datang dari industri sawit Malaysia. FGV Holdings Berhad (FGV) mengumumkan bahwa grup tersebut telah resmi mendapat izin dari United States (U.S.) Customs and Border Protection (CBP) untuk kembali mengekspor minyak sawit dan produk turunannya ke Amerika Serikat, setelah adanya modifikasi Withhold Release Order (WRO) yang berlaku efektif pada 15 Januari 2026.
Dalam pernyataan resminya, CBP menyatakan produk dari FGV, termasuk anak usaha dan perusahaan patungan, kini dapat diterima masuk ke perdagangan Amerika Serikat, sepanjang memenuhi seluruh hukum dan regulasi yang berlaku di AS.
FGV menyambut keputusan tersebut dengan menyampaikan apresiasi kepada CBP atas respons dan arahan yang diberikan selama proses evaluasi hingga modifikasi WRO dilakukan. Perusahaan juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Malaysia serta seluruh pemangku kepentingan yang mendukung selama tahapan pemulihan berlangsung.
BACA JUGA: GAPKI Dorong Intensifikasi Ketimbang Ekspansi Sawit Baru di Papua
Perbaikan Praktik Ketenagakerjaan Jadi Kunci
Dikutip InfoSAWIT dari keterangan resmi, FGV menegaskan, perubahan kebijakan CBP ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan dan komprehensif dalam memperkuat praktik ketenagakerjaan agar sejalan dengan regulasi nasional dan standar internasional. Salah satu langkah kuncinya adalah implementasi rencana aksi untuk memastikan tidak ada indikator pekerja paksa dan pekerja anak berdasarkan acuan International Labour Organization (ILO) dalam operasional perusahaan.
Sejumlah tindakan perbaikan yang disebut FGV meliputi penguatan proses rekrutmen agar sesuai prinsip rekrutmen etis dan bertanggung jawab, termasuk investigasi biaya rekrutmen sebelum keberangkatan dan setelah kedatangan pekerja, sekaligus memperketat uji kelayakan dan penunjukan agen perekrutan.
FGV juga menjalankan program pengembalian biaya rekrutmen, dengan total 23.461 pekerja aktif dan mantan pekerja telah menerima penggantian biaya sesuai prinsip “tanpa biaya rekrutmen” (no recruitment fee).
BACA JUGA: Environmental Intelligence: Jalan Baru Indonesia Menuju Sawit Berkelanjutan
Perbaikan Fasilitas Pekerja hingga Digitalisasi Kepatuhan
Selain aspek rekrutmen, FGV juga melaporkan adanya peningkatan fasilitas dan kesejahteraan pekerja. Dalam periode 2024–2025, FGV melakukan peningkatan kondisi hunian pekerja melalui renovasi 2.520 rumah dan membangun 1.002 unit rumah baru.
Di wilayah terpencil, perusahaan turut memperbaiki akses air bersih dengan meningkatkan kapasitas 27 instalasi pengolahan air milik FGV dan memasang 1.193 penyaring air di 55 lokasi.
Untuk memperkuat akses informasi, FGV juga memperluas konektivitas internet dengan pemasangan satelit internet di 165 lokasi.
BACA JUGA: POPSI: Jangan Paksa Pasar Serap Sawit Sitaan, Bisa Guncang Kredibilitas Sawit Berkelanjutan
Dalam aspek pengawasan, FGV mengimplementasikan sistem digital untuk memantau kepatuhan standar ketenagakerjaan, termasuk jam kerja, hari istirahat, serta ketentuan upah minimum.
Perkuat Saluran Aspirasi dan Mekanisme Keluhan
FGV juga menyoroti pentingnya ruang bagi pekerja dalam menyampaikan aspirasi. Melalui Harmony Communication Committee di tingkat kebun, pekerja dapat memberikan masukan, menyampaikan pandangan, hingga mengajukan keluhan kepada manajemen lewat perwakilan yang dipilih.
Di sisi lain, FGV memperkuat mekanisme pengaduan melalui pembentukan Group Grievance Management Committee sebagai fungsi pengawasan, serta menghadirkan kanal keluhan pihak ketiga. Salah satu jalur yang disediakan adalah aplikasi internal FGV App, yang memungkinkan pekerja menyampaikan keluhan dalam bahasa asli mereka, melalui teks maupun pesan suara, dengan opsi anonim.
