FGV juga bekerja sama dengan National Union of Plantation Workers (NUPW) untuk memperkuat hak pekerja dalam kebebasan berserikat dan keanggotaan serikat pekerja.
FGV: Tonggak Penting untuk Kembalinya Akses Pasar AS
Group CEO FGV Dato’ Fakhrunniam Othman menilai modifikasi WRO menjadi tonggak penting bagi perusahaan sekaligus refleksi kemajuan yang diraih melalui reformasi berkelanjutan.
“Modifikasi WRO ini merupakan pencapaian penting dan mencerminkan kemajuan yang kami peroleh dengan konsisten melakukan hal yang benar dan etis. Reformasi yang berkelanjutan telah memperkuat praktik ketenagakerjaan, melindungi hak asasi manusia, serta menanamkan prinsip keberlanjutan ke seluruh aspek bisnis,” ujar Fakhrunniam, dilansir New Straits Times.
BACA JUGA: Kebun Petani Sawit di Jabar Masih Produksi, Subang Jadi Sentra Produksi Tertinggi
Ia menegaskan, hak dan kesejahteraan pekerja tetap menjadi pusat perhatian operasional FGV, dengan keberlanjutan sebagai prinsip utama perusahaan.
FGV menyatakan komitmen keberlanjutan grup saat ini mengacu pada kerangka Sustainability Framework yang diperkuat melalui lima pilar, yaitu pertumbuhan ekonomi, tata kelola, sosial, lingkungan, serta inovasi dan teknologi.
Dengan dibukanya kembali akses ekspor ke AS, FGV menegaskan akan terus memperkuat pemenuhan hak asasi manusia dan integrasi prinsip keberlanjutan di seluruh rantai pasok, sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika standar ESG global yang terus berkembang. (T2)
