Margin Keuntungan Kedelai Brasil Diproyeksi Meningkat pada 2026/2027, Petani AS Tertekan

oleh -291 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Perkebunan kedelai yang baru ditanam.

InfoSAWIT, SAO PAULO – Profitabilitas produksi kedelai dan jagung di Brasil diproyeksikan membaik pada musim tanam 2026/2027. Sebaliknya, petani di Amerika Serikat (AS) diperkirakan menghadapi penurunan margin usaha akibat meningkatnya biaya produksi dan terbatasnya ruang kenaikan harga komoditas pertanian.

Laporan October Field Crop Margin Outlook 2027 yang diterbitkan RaboResearch, divisi riset Rabobank, memperkirakan margin operasional kedelai Brasil meningkat dari 24% menjadi 38%. Sementara itu, margin jagung diproyeksikan naik dari 46% menjadi 55%.

Kondisi berbeda diperkirakan terjadi di AS. Margin operasional jagung diproyeksikan turun dari 7% menjadi 3%, sedangkan margin kedelai berpotensi menyusut dari 18% menjadi 15%. Proyeksi tersebut menunjukkan pemulihan profitabilitas sektor tanaman pangan global berlangsung tidak merata di antara negara produsen utama.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Jumat (23/10/2026), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Menguat

Meski margin usaha diperkirakan membaik, petani Brasil masih menghadapi tekanan dari kenaikan biaya produksi. Biaya operasional budidaya kedelai diproyeksikan meningkat dari US$866 menjadi US$899 per hektare. Adapun biaya produksi jagung diperkirakan naik dari US$739 menjadi US$820 per hektare, atau sekitar 11%.

Kenaikan paling tajam diperkirakan terjadi pada biaya produk perlindungan tanaman untuk budidaya jagung. Pengeluaran untuk komponen tersebut diproyeksikan meningkat 35%, dari US$96 menjadi US$131 per hektare. Sementara itu, biaya pupuk jagung diperkirakan naik 10% menjadi US$248 per hektare.

Untuk kedelai, kenaikan biaya diperkirakan lebih moderat. Pengeluaran pupuk diproyeksikan mencapai US$290 per hektare, sedangkan biaya perlindungan tanaman meningkat menjadi US$301 per hektare.

BACA JUGA: Pakai Bahasa Jawa, Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Desak Prabowo Atasi Kabut Asap Karhutla

 

Beban Utang Masih Membayangi Petani Brasil

Peningkatan margin operasional belum tentu menunjukkan pemulihan menyeluruh kondisi keuangan usaha pertanian di Brasil. Menurut Rabobank, petani masih menghadapi beban utang yang tinggi setelah siklus investasi sebelumnya, biaya kredit yang mahal, serta keterbatasan likuiditas.

Tingkat tunggakan pinjaman pertanian bahkan telah melampaui 8% dan mencapai rekor tertinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa biaya pembiayaan masih menjadi faktor penting yang mengurangi keuntungan riil petani.

Rabobank juga mengingatkan bahwa margin operasional dalam laporan tersebut tidak mencakup biaya lahan, pembayaran utang, maupun subsidi pemerintah. Karena itu, angka margin yang diproyeksikan tidak dapat disamakan dengan laba bersih yang benar-benar diterima produsen.

BACA JUGA: Produktivitas Sawit Ditentukan Populasi Tanaman dan Pengendalian Ganoderma

 

Argentina dan Eropa Menghadapi Prospek Berbeda

Di Argentina, margin operasional kedelai diperkirakan meningkat dari 9% menjadi 21% pada musim 2026/2027. Namun, margin jagung justru diproyeksikan turun dari 26% menjadi 23%, terutama akibat kenaikan biaya input, termasuk pupuk.

Sementara itu, sektor tanaman pangan Eropa diperkirakan mengalami pemulihan setelah menghadapi kondisi yang lemah pada 2026. Dengan asumsi hasil panen kembali normal dan pendapatan meningkat, rata-rata margin operasional produsen Eropa diproyeksikan naik dari 53% menjadi 58%.

Berbeda dengan Brasil, petani jagung AS menghadapi ruang keuntungan yang semakin sempit. Margin operasional yang diperkirakan hanya 3% menunjukkan produksi mendekati titik impas operasional. Jika seluruh biaya produksi diperhitungkan, usaha jagung bahkan berpotensi tidak menghasilkan keuntungan.

BACA JUGA: MPOC Prediksi Harga CPO Bertahan di Atas RM4.600 per Ton pada November 2026

 

Harga Pupuk dan El Niño Jadi Risiko pada 2027

Kenaikan harga pupuk diperkirakan menjadi salah satu risiko utama bagi sektor pertanian global pada 2027. Konflik di Timur Tengah masih menahan harga pupuk nitrogen pada tingkat tinggi. Di sisi lain, terbatasnya pasokan fosfat dan mahalnya sulfur turut menambah tekanan terhadap biaya produksi.

Pada saat yang sama, melimpahnya pasokan biji-bijian dan tanaman penghasil minyak di pasar global membatasi peluang kenaikan harga komoditas pertanian secara berkelanjutan.

Fenomena El Niño juga menambah ketidakpastian terhadap produksi pertanian. Menurut proyeksi yang dikaitkan dengan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), dampaknya berpotensi berlangsung hingga sebagian besar semester pertama 2027.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 21–27 Oktober 2026 Naik Rp70,23 per Kg, Umur 10–20 Tahun Rp3.740,41

Rabobank memperkirakan harga sejumlah komoditas pertanian masih berpeluang mengalami kenaikan dalam jangka pendek. Namun, kenaikan tersebut dinilai belum tentu cukup kuat dan berkelanjutan untuk sepenuhnya mengimbangi peningkatan biaya produksi yang dihadapi petani.

Prospek musim tanam 2026/2027 dengan demikian memperlihatkan tantangan yang berbeda bagi produsen utama dunia. Brasil diperkirakan memperoleh perbaikan margin, sedangkan petani AS menghadapi tekanan keuntungan. Di tengah kenaikan biaya pupuk, beban pembiayaan, dan ketidakpastian cuaca, efisiensi produksi akan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha pertanian global. (T2)

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan laporan RaboResearch, divisi riset Rabobank, berjudul October Field Crop Margin Outlook 2027 sebagaimana diteritkan ukragroconsult. Seluruh angka margin dan biaya produksi merupakan proyeksi, bukan hasil akhir musim tanam 2026/2027.

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com