InfoSAWIT, ISLAMABAD – Pakistan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan utama ekspor kedelai Amerika Serikat (AS). Impor kedelai AS ke Pakistan kini telah melampaui 1 juta metrik ton per tahun, menunjukkan semakin pentingnya perdagangan komoditas pertanian dalam mempererat hubungan ekonomi kedua negara.
Dilansir InfoSAWIT dari Business Recorder, Selasa (11/8/2026), perkembangan tersebut terungkap dalam pertemuan Duta Besar Pakistan untuk Amerika Serikat Rizwan Saeed Sheikh dengan Chief Executive Officer US Soybean Export Council (USSEC) Jim Sutter di sela-sela konferensi US Soy Connext di Chicago.
Dalam pertemuan tersebut, Sheikh menyampaikan apresiasi atas semakin kuatnya momentum kerja sama ekonomi Pakistan dan AS, khususnya dalam bidang perdagangan dan investasi. Ia menilai perdagangan pertanian memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral.
BACA JUGA: Ketidakpastian Regulasi Dinilai Bisa Menahan Investasi dan Menekan Daya Saing Sawit
Menurut Sheikh, Pakistan dalam waktu relatif singkat telah berkembang menjadi salah satu pasar utama bagi kedelai asal AS. Volume impor tahunan yang telah melewati 1 juta metrik ton mencerminkan meningkatnya kebutuhan domestik Pakistan sekaligus membuka peluang kerja sama komersial yang lebih besar bagi pelaku usaha kedua negara.
Peluang Besar di Rantai Nilai Kedelai
Sheikh menilai hubungan perdagangan kedelai Pakistan-AS masih memiliki ruang untuk dikembangkan lebih jauh. Peluang kerja sama tidak hanya berada pada aktivitas jual beli komoditas, tetapi juga mencakup keseluruhan rantai nilai kedelai.
Sejumlah bidang yang dinilai potensial antara lain peningkatan perdagangan, penguatan hubungan antarbisnis, kerja sama teknis serta pertukaran pengetahuan.
BACA JUGA: DHE SDA 50 Persen, GAPKI Minta Kebijakan Tetap Jaga Likuiditas dan Daya Saing Sawit
Perluasan kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi dunia usaha Pakistan dan AS sekaligus memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap hubungan ekonomi kedua negara.
Sementara itu, Jim Sutter mengingat kembali hubungan kemitraan yang telah lama dibangun USSEC dengan Pakistan. Ia menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperkuat kerja sama dengan para pemangku kepentingan di Pakistan.
USSEC selama ini menjalankan berbagai program di Pakistan, termasuk bantuan teknis, peningkatan kapasitas, pelatihan industri serta program edukasi mengenai nutrisi.
BACA JUGA: POPSI Tolak Rencana Moratorium PKS Baru di Jambi, Berpotensi Rugikan Petani Sawit
Program-program tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan berkelanjutan sejumlah sektor yang memiliki keterkaitan erat dengan kedelai, terutama industri pakan ternak, perunggasan, susu dan pengolahan pangan.
Kedelai Jadi Bagian Penting Hubungan Ekonomi Pakistan-AS
Pertumbuhan impor kedelai AS ke Pakistan menunjukkan bahwa komoditas pertanian semakin memiliki posisi strategis dalam hubungan perdagangan bilateral.
Dengan kebutuhan domestik Pakistan yang terus berkembang, peningkatan kerja sama di sektor kedelai berpotensi membuka peluang lebih luas bagi perdagangan sekaligus pengembangan kapasitas industri terkait.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat mempertahankan komunikasi yang erat dan menjajaki peluang untuk memperluas kerja sama di sektor kedelai. Kerja sama tersebut akan ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dari hubungan ekonomi Pakistan dan Amerika Serikat secara lebih luas.
Bagi industri agribisnis, perkembangan ini menunjukkan bagaimana perdagangan komoditas dapat berkembang melampaui hubungan antara eksportir dan importir, menjadi pintu masuk bagi kerja sama teknologi, pengembangan sumber daya manusia dan penguatan industri hilir. (T2)
