InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp. 15.668/kg pada Senin (10/8/2026), dengan demikian harga CPO tercatat naikRp. 61/Kg atau naik sekitar 0,39% dibandingkan harga CPO penawaran tertinggi pada Jumat (7/8/2026) yang mencapai Rp. 15.607/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp. 15.668/Kg. Harga CPO FOB Talang Duku ditetapkan Rp. 15.227/Kg. Harga CPO Franco Teluk Bayur dibuka Rp. 15.468/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.325/Kg.
Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives menguat pada perdagangan Senin (10/8/2026), bahkan mencatatkan level penutupan tertinggi dalam lebih dari empat bulan. Penguatan tersebut terutama ditopang kenaikan harga minyak nabati pesaing di bursa Dalian dan Chicago.
Dilansir Reuters, harga kontrak berjangka CPO Malaysia untuk pengiriman Oktober 2026 ditutup naik RM47 ringgit atau naik sekitar 1% menjadi RM4.724 per metrik ton. Level tersebut menjadi harga penutupan tertinggi sejak 7 April 2026.
Pelaku pasar menilai penguatan harga CPO masih mendapatkan dukungan dari pergerakan positif minyak nabati lainnya. Kenaikan harga minyak kedelai dan minyak sawit di bursa Dalian turut memberikan sentimen positif terhadap pasar CPO Malaysia.
Namun, pasar tetap menghadapi tekanan dari tingginya persediaan minyak sawit Malaysia. Data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dirilis Senin menunjukkan stok minyak sawit Malaysia pada Juli 2026 meningkat 3,32% secara bulanan menjadi 2,63 juta metrik ton.
BACA JUGA: Ketidakpastian Regulasi Dinilai Bisa Menahan Investasi dan Menekan Daya Saing Sawit
Di sisi lain, perkembangan ekspor memberikan sinyal yang lebih positif. Data perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia menunjukkan ekspor produk sawit Malaysia selama 1–10 Agustus 2026 meningkat 14,8%.
Sementara itu, Intertek Testing Services mencatat kenaikan ekspor sebesar 2,6% pada periode yang sama. Perbedaan estimasi kedua lembaga tersebut menunjukkan adanya variasi dalam perhitungan volume pengiriman, tetapi secara umum ekspor masih menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode sebelumnya.
Sentimen positif juga datang dari pasar minyak nabati global. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian menguat 0,13%, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama naik 0,59%.
BACA JUGA: POPSI Tolak Rencana Moratorium PKS Baru di Jambi, Berpotensi Rugikan Petani Sawit
Di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai bahkan mencatat kenaikan 1,16%. Penguatan minyak nabati pesaing tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu menopang harga CPO Malaysia.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Senin (10/8/2026):
CPO_____
CIF T.Priok – No Bidder
Franco Dumai Rp. 15.668-SPC
FOB Talang Duku Rp. 15.227-EUP
Franco Teluk Bayur Rp. 15.468 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 15.325-WIRA
FOB Boom Baru, Palembang Rp. 15.443-PSCOI
Loco PKS Parindu & Ngabang Rp. 15.318 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 15.300-EUP
Loco PKS Kembayan Rp. 15.218 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 15.200-EUP
(T2)
