InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp. 15.721/kg pada Senin (21/9/2026), dengan demikian harga CPO tercatat naik Rp. 13/Kg atau naik sekitar 0,08% dibandingkan harga CPO pada Jumat (18/9/2026) yang mencapai Rp. 15.708/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp. 15.721/Kg. Harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp. 15.471/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.466/kg. Harga CPO Franco Teluk Bayur dibuka Rp. 15.521/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.310/kg.
Harga kontrak CPO untuk pengiriman Desember 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange kembali melemah pada perdagangan Senin, (21/9/2026), memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut. Tekanan datang dari penguatan ringgit, penurunan harga minyak mentah dunia, serta indikasi perlambatan ekspor produk sawit Malaysia.
BACA JUGA: IPS Planter Talks 2026 Soroti Krisis Pemanen Sawit dan Ancaman terhadap Produktivitas
Dilansir Reuters, harga kontrak CPO untuk pengiriman Desember 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun RM41 per ton atau turun sekitar 0,84 persen menjadi RM4.857 per ton. Sehari sebelumnya, harga kontrak tersebut juga telah terkoreksi 0,77 persen.
Di pasar energi, harga minyak mentah turun ke level terendah dalam 11 hari. Investor mencermati peluang kemajuan diplomatik terkait konflik Iran serta kemungkinan pemulihan sebagian pengiriman minyak dari Arab Saudi.
Selain faktor eksternal, perkembangan ekspor Malaysia turut menjadi perhatian pasar. Berdasarkan estimasi surveyor kargo, pengiriman produk sawit Malaysia pada periode 1–20 September tercatat turun sekitar 12,8 persen hingga 24,7 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.
BACA JUGA: Bukan Sekadar Target Produksi, Mandor dan Asisten Jadi Wajah Manajemen di Kebun Sawit
Penurunan ekspor tersebut memberikan sinyal bahwa permintaan terhadap produk sawit Malaysia belum menunjukkan penguatan yang cukup untuk menopang harga di pasar berjangka.
Tekanan juga datang dari pasar minyak nabati pesaing. Harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,11 persen, sedangkan harga kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,92 persen. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade terkoreksi 0,45 persen.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Jumat (18/9/2026):
BACA JUGA: Kajian PPA FEB UI: Sektor Sawit Punya Eksposur PPN Lebih Bayar di Atas Kas
CPO_____
Loco PKS Luwu – NB
CIF Pel Gresik Rp. 15.721 (WD). Penawaran Rp. 15.405-WNI
Franco Dumai Rp. 15.721-CTI
FOB Talang Duku Rp. 15.471 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 15.466-PSCOI
Franco Teluk Bayur Rp. 15.521 (WD). Penawaran teringgi Rp. 15.310-WIRA
Loco PKS S.Tapung Rp. 15.482 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 15.280-AGM
Loco PKS Kembayan Rp. 15.346-EUP
Loco PKS Ngabang Rp. 15.221-EUP
(T2)
