InfoSAWIT, BUENOS AIRES – Curah hujan yang mengguyur wilayah tengah dan utara Argentina dalam sepekan terakhir membawa kelegaan bagi tanaman kedelai musim tanam 2025/2026, demikian disampaikan Bursa Biji-bijian Buenos Aires dalam laporan mingguan yang dirilis Jumat lalu.
Menurut Reuters, sebagaimana dipublikasikan secara daring oleh InfoSAWIT, senin (23/2/2026), total luas tanam kedelai yang memiliki kondisi air optimal hingga memadai meningkat menjadi 66%, atau naik 10 poin persentase dibandingkan pekan sebelumnya.
Sebelumnya, suhu di atas normal sepanjang Januari yang disertai curah hujan rendah telah memberikan tekanan pada tanaman di sebagian besar wilayah sentra pertanian utama negara tersebut. Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran terhadap potensi penurunan produktivitas kedelai nasional.
BACA JUGA: Indonesia–AS Capai Kesepakatan Dagang, Sawit Bebas Tarif Masuk Pasar Amerika
Bursa memperkirakan Argentina—sebagai eksportir utama minyak dan bungkil kedelai dunia—akan memproduksi sekitar 48,5 juta metrik ton kedelai dalam periode Oktober 2025 hingga Juni 2026.
Hujan yang terjadi juga diproyeksikan akan mendukung panen jagung. Bursa Biji-bijian Buenos Aires memperkirakan produksi jagung Argentina pada musim 2025/2026 berpotensi mencapai rekor 57 juta metrik ton. (T2)
