InfoSAWIT, MENDALO – Universitas Jambi (UNJA) bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait pengembangan penanaman kelapa sawit terintegrasi dengan tanaman pangan melalui skema optimalisasi lahan dan multiusaha.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Lantai 7 Gedung UNIFAC Kampus UNJA Mendalo pada 19 Februari 2026, dan dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Revis Asra, Dekan Fakultas Pertanian Dr. Forst. Bambang Irawan, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Fakultas Pertanian Prof. Mursalin, serta Ketua Umum YIARI Silverius Oscar Unggul beserta jajaran.
Wakil Rektor UNJA, Prof. Revis Asra, menyampaikan bahwa optimalisasi pemanfaatan lahan menjadi langkah strategis di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu ketahanan pangan nasional.
BACA JUGA: Saham SMAR Menguat 4,52% ke Rp5.775, Emiten Sawit Grup Sinar Mas Ditutup di Zona Hijau
“Di tengah menguatnya isu ketahanan pangan, jika optimalisasi lahan ini berjalan dengan baik, maka efisiensi pemanfaatan sumber daya juga akan tercapai,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari UNJA, Senin (23/2/2026).
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UNJA, Dr. Forst. Bambang Irawan, menilai integrasi tanaman pangan dalam konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) sejak tahun pertama berpotensi menjadi solusi terhadap kebutuhan pangan nasional tanpa harus membuka lahan baru.
Menurutnya, pendekatan tersebut dapat mengoptimalkan pemanfaatan ruang produksi yang telah tersedia, sekaligus meminimalkan tekanan terhadap pembukaan kawasan baru.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 20-27 Februari 2026 Turun Rp. 65,21 per Kg
“Kalau konsesi HTI sejak tahun pertama dikombinasikan dengan tanaman pangan, persoalan pangan Indonesia bisa selesai tanpa perlu membuka lahan baru. Untuk Jambi saja, potensi lahannya bisa mencapai sekitar 60 hingga 70 ribu hektare,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, UNJA dan YIARI berharap dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong optimalisasi lahan, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta mendukung ketahanan pangan dan pengelolaan kehutanan berkelanjutan di Provinsi Jambi. (T2)
