InfoSAWIT, KARACHI — Ajang Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) ke-8 resmi ditutup dengan sederet gagasan dan rekomendasi untuk mendorong pertumbuhan industri minyak nabati di Pakistan. Forum ini menyedot perhatian besar, menghadirkan puluhan pelaku usaha, produsen, pembeli, pakar minyak nabati dari dalam dan luar negeri, hingga perwakilan diplomatik.
Konferensi yang digelar di Karachi tersebut mencatat partisipasi dari enam negara asing, termasuk Malaysia, Indonesia, Kanada, dan Amerika Serikat, menegaskan posisi Pakistan sebagai salah satu pasar strategis minyak nabati dunia—terutama minyak sawit.
Dalam sambutannya, CEO PEOC sekaligus Ketua Pakistan Edible Oil Refiners Association (PEORA), Rasheed Janmohammed, menekankan besarnya potensi pasar minyak nabati Pakistan. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang mendukung suksesnya forum, termasuk peserta internasional yang datang langsung ke Karachi.
BACA JUGA: Satgas PKH Ultimatum 10 Korporasi Sawit dan Tambang, Denda Menunggak Tembus Rp8 Triliun
Rasheed memaparkan perspektif Pakistan dalam dinamika pasar global melalui makalah bertajuk “Global Vegetable Oil Market: Pakistan Perspective”, yang menyoroti peluang sekaligus tantangan negara tersebut dalam mengamankan pasokan minyak nabati.
Senada dengan itu, Ketua Pakistan Vanaspati Manufacturers Association (PVMA), Sheikh Umar Rehan, menyebut Pakistan saat ini merupakan importir minyak nabati terbesar ketiga di dunia. Ia menilai negara tersebut memiliki dukungan infrastruktur yang memadai dari sisi logistik dan fasilitas penyimpanan.
Dilansir InfoSAWIT dari Business Recorder, ditulis Kamis (15/1/2026), Ia juga menekankan, PVMA terus bekerja selaras dengan pemerintah Pakistan dan menyebut PEOC berhasil menghadirkan hampir seluruh pemasok utama minyak nabati dunia.
BACA JUGA: China Borong 10 Kargo Kedelai AS, Kebut Penuhi Target 12 Juta Ton
Menteri Perdagangan Pakistan: Sawit Jadi Kunci Kerja Sama, Investor Indonesia Akan Diundang
Menteri Perdagangan Pakistan Jam Kamal Khan, yang hadir sebagai tamu utama, mengapresiasi penyelenggara karena berhasil menggelar forum internasional yang mempertemukan pemangku kepentingan industri minyak nabati dan oilseed.
Jam Kamal menyoroti kunjungan Presiden Indonesia ke Pakistan sebagai pertemuan yang produktif, dan membuka peluang penguatan hubungan bilateral, khususnya dalam perdagangan minyak sawit.
Ia optimistis hubungan Pakistan–Indonesia akan semakin kuat melalui kerja sama dagang yang lebih intensif, dan menyebut pemerintah Pakistan berencana mengundang investor Indonesia untuk memperluas kolaborasi.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Rabu (14/1), Harga CPO di Bursa Malaysia Kembali Menguat
Jam Kamal juga mencatat meningkatnya ketertarikan sejumlah negara—termasuk Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, dan Kanada—untuk memperkuat hubungan dengan Pakistan, bukan hanya lewat transaksi perdagangan, tetapi menuju kemitraan strategis.
Menurut dia, sektor minyak nabati memiliki fondasi kuat untuk penguatan kerja sama ekonomi, pembentukan rantai pasok yang lebih tangguh, serta peluang investasi yang dapat memangkas waktu pengiriman.
