InfoSAWIT, ISLAMABAD – Pakistan dan Indonesia pada Selasa sepakat memperkuat hubungan bilateral, mencakup perluasan kerja sama di sektor perdagangan, kesehatan, pertanian, teknologi informasi, sains, serta pendidikan. Kedua negara juga berkomitmen memperdalam koordinasi dalam isu regional dan global, termasuk Palestina.
Dalam konferensi pers bersama di Istana Perdana Menteri Islamabad, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan hubungan ekonomi. Ia menyebut nilai perdagangan bilateral saat ini mencapai US$4,5 miliar, di mana lebih dari 90 persen didominasi impor minyak sawit Indonesia ke Pakistan.
Shehbaz menegaskan bahwa Pakistan siap bekerja erat dengan Indonesia guna mencapai target peningkatan perdagangan yang telah ditetapkan. Ia bahkan menawarkan dukungan tenaga kesehatan Pakistan—dokter, dokter gigi, profesor kedokteran, dan tenaga ahli lainnya—untuk membantu universitas dan rumah sakit di Indonesia.
BACA JUGA: Upaya Planters Mendongkrak Produktivitas Sawit untuk Indonesia
“Saya ingin memastikan bahwa apa pun yang bisa kami lakukan, akan kami lakukan tanpa penundaan,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari brecorder.com, Rabu (10/12/2025).
Saat tiba di kompleks Perdana Menteri, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menerima penghormatan upacara jajar kehormatan sebelum memulai agenda resmi.
PM Shehbaz turut mengapresiasi posisi tegas Indonesia terhadap krisis Gaza, menyebut dukungan Indonesia telah berkontribusi pada upaya perdamaian. “Dengan rahmat Tuhan, pertumpahan darah telah berhenti. Namun pelanggaran gencatan senjata oleh Israel masih berlanjut,” katanya.
BACA JUGA: Industri Sawit Butuh SDM Tangguh dan Adaptif, INSTIPER Rumuskan Langkah Strategis
Ia yakin kunjungan Presiden Prabowo akan membawa hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi, terutama dalam memajukan perdamaian dan pembangunan bagi kawasan.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat pemerintah Pakistan. Ia menyebut pertemuannya dengan PM Shehbaz berlangsung produktif dan menghasilkan kesepakatan di sejumlah bidang utama: perdagangan, pendidikan, pertanian, serta sains dan teknologi.
“Kita memiliki nilai-nilai dan kepentingan yang sama; kita mungkin dua negara Muslim terbesar di dunia. Namun Islam kita adalah Islam moderat, yang menjunjung inklusivitas dan toleransi,” ujar Prabowo.
BACA JUGA: Perkebunan Sawit di Bogor Terpantau Seluas 3.9000 ha
Ia juga mengapresiasi kesediaan Pakistan mengirimkan tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan sektor kesehatan Indonesia, sembari menegaskan pentingnya mempercepat keseimbangan hubungan dagang kedua negara.
