InfoSAWIT, BOGOR — Isu keberadaan perkebunan kelapa sawit kembali mencuat setelah rangkaian bencana alam melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Perubahan fungsi kawasan hutan—yang sejatinya berperan sebagai ruang konservasi—dituding sebagai salah satu faktor yang memperparah banjir bandang. Dampaknya terasa luas: ratusan warga menjadi korban, sementara infrastruktur di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat lumpuh akibat terjangan banjir dan longsor.
Di tengah sorotan tersebut, perhatian publik juga mengarah pada daerah lain yang memiliki hamparan perkebunan sawit, termasuk Kabupaten Bogor. Di wilayah ini, kebun sawit yang dikelola oleh PTPN IV PalmCo membentang luas, mencapai sekitar 3.900 hektare.
“Dari 3.900 hektare itu tersebar di lima kecamatan,” ujar Humas PTPN Perkebunan Cikasungka, Alit Firmansyah, dilansir InfoSAWIT dari Radar Bogor, Rabu (10/12/2025).
BACA JUGA: Target 4 Juta Hektare Kian Dekat, Pemerintah Kebut Penertiban Kebun Sawit dan Tambang
Kelima kecamatan tersebut meliputi Cigudeg, Jasinga, Sukajaya, Rancabungur, dan Kemang. Total ada sekitar 28 desa yang masuk ke dalam kawasan perkebunan PTPN IV PalmCo.
Namun, ketika ditanya mengenai program konservasi dan mitigasi bencana yang diterapkan perusahaan di areal perkebunan, Alit mengaku tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan lebih jauh. “Kalau perihal perusahaan saya tidak punya kewenangan. Sekarang kewenangannya disatukan dengan pusat,” ujarnya singkat.
Terpisah, Kepala Desa Cigudeg, Andi Supriadi, menyebutkan bahwa sekitar 500 hektare wilayah desanya merupakan bagian dari perkebunan sawit milik PTPN IV PalmCo. Meski demikian, Andi memandang keberadaan kebun sawit membawa manfaat tersendiri bagi masyarakat di desanya, khususnya dalam penyediaan lapangan kerja.
BACA JUGA: Industri Sawit Butuh SDM Tangguh dan Adaptif, INSTIPER Rumuskan Langkah Strategis
“Banyak warga kami yang terlibat. Ada yang bekerja di bagian administrasi, mandor, buruh petik, sampai buruh harian untuk perawatan,” ungkapnya.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan dan tata kelola perkebunan besar, suara masyarakat lokal seperti Andi memberi catatan lain: bahwa perkebunan sawit, di samping isu yang mengiringinya, juga menjadi sumber penghidupan bagi ribuan warga di sekitarnya. (T2)
