Indonesia Dorong Fase Baru: Joint Trade Committee hingga Rencana CEPA
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri yang hadir sebagai tamu khusus menegaskan hubungan kedua negara telah terjalin selama 75 tahun dan berkembang melampaui urusan perdagangan.
Ia menilai Pakistan merupakan mitra penting Indonesia, terutama dalam sektor minyak nabati, serta memiliki ekosistem bisnis yang kuat dan sistem ketahanan pangan yang berkembang.
Dyah juga menyampaikan bahwa perdagangan bilateral Indonesia–Pakistan telah melampaui US$4 miliar, dan kedua negara kini memasuki fase baru kerja sama ekonomi, termasuk di bidang sertifikasi halal dan transfer teknologi.
BACA JUGA: Dua Desa di Tapteng Surati Presiden, Bantah PT TBS Jadi Biang Banjir Bandang Garoga
Selain menjadi pemasok utama minyak sawit bagi Pakistan, Indonesia juga mengekspor komoditas lain seperti karet. Ia menambahkan, kedua negara tengah meninjau ulang perjanjian perdagangan preferensial (PTA) dan sepakat memperluas cakupan kerja sama menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) guna membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih besar.
Malaysia: Konsumsi Sawit Pakistan Terus Naik
Dari pihak Malaysia, CEO Malaysian Palm Oil Council (MPOC) Belvinder menilai PEOC telah menjadi momentum penting untuk menghubungkan kembali para mitra industri minyak nabati.
Ia juga menegaskan posisi minyak sawit Malaysia di pasar global serta kontribusinya terhadap ekonomi pada 2025. Menurut Belvinder, Malaysia telah menjalin kemitraan dengan Pakistan di sektor sawit selama lebih dari lima dekade, dan konsumsi minyak sawit di Pakistan terus meningkat dari tahun ke tahun. (T2)
