Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat, 118 Pekebun Jambi Dibekali Teknik Panen dan Pascapanen

oleh -262 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Peningkatan produktivitas menjadi fokus Pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit bagi 118 pekebun dari Kabupaten Tebo, Sarolangun, dan Batanghari, Provinsi Jambi.

InfoSAWIT, JAMBI – Peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat tidak cukup mengandalkan luas lahan dan potensi tanaman. Ketepatan menentukan kematangan buah, teknik panen, hingga penanganan hasil setelah panen menjadi faktor penting yang turut menentukan kuantitas dan kualitas produksi.

Persoalan tersebut menjadi fokus Pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit bagi 118 pekebun dari Kabupaten Tebo, Sarolangun, dan Batanghari, Provinsi Jambi. Kegiatan yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026, hasil kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan IPB Training.

Dalam pemberitaan Kabarku mengenai pelatihan tersebut, Ketua Tim Pelatih Pelatihan IPB, Prof. Dr. Ir. Hariyadi, MS, menegaskan bahwa teknik pemanenan memiliki peran penting dalam menentukan hasil perkebunan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 9–15 Oktober 2026 Turun, Tertinggi Rp3.621,16/Kg, Ini Daftarnya

“Bagaimana cara pemanenan yang baik akan menentukan hasil. Jadi budidaya dan panen itu saling melengkapi,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, Minggu (11/10/2026).

Pelatihan ini menekankan bahwa potensi produksi di kebun perlu diimbangi dengan keputusan panen yang tepat. Buah harus dipanen sesuai kriteria kematangan, sedangkan proses pemanenan dan pengumpulan hasil perlu dilakukan berdasarkan prosedur yang sesuai.

Peserta mendapatkan materi mengenai kriteria matang panen, sistem dan organisasi panen, persiapan sarana dan prasarana, serta teknik pemanenan. Mereka juga mempelajari taksasi produksi untuk memperkirakan potensi hasil kebun sebagai dasar perencanaan kegiatan panen.

BACA JUGA: Konsumsi Biodiesel Melonjak, Stok Sawit Indonesia Susut 19,72% pada Agustus 2026

Kemampuan memperkirakan produksi menjadi bagian penting dalam pengelolaan kebun. Melalui taksasi, pekebun dapat menyusun kebutuhan tenaga kerja, menyiapkan peralatan, serta merencanakan pengangkutan hasil agar kegiatan panen berjalan lebih teratur sesuai kondisi lapangan.

 

Penanganan TBS Jadi Perhatian

Selain teknik panen, pelatihan juga membahas penanganan tandan buah segar (TBS) dan brondolan setelah dipanen. Hasil panen perlu dikelola secara tepat sebelum diangkut untuk menjaga mutu dan memastikan pencatatan produksi dilakukan dengan baik.

Dalam materi pascapanen, peserta mempelajari pengelolaan hasil, grading dan sortasi, serta ketelusuran. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu pekebun memahami pentingnya mutu hasil sekaligus memperbaiki pencatatan produksi di tingkat kebun.

BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Nutrisi untuk 200 Penerima Manfaat di Rokan Hulu

Dari total 118 peserta, sebanyak 60 pekebun berasal dari Kabupaten Tebo, sementara Kabupaten Sarolangun dan Batanghari masing-masing mengirimkan 29 peserta.

Pembelajaran dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, praktikum, serta kunjungan lapangan ke PTPN IV Regional 4 di Tanjung Lebar. Melalui kunjungan tersebut, peserta berkesempatan mengamati secara langsung teknik panen, penanganan TBS dan brondolan, serta proses grading dan sortasi.

Pendekatan praktik lapangan ini memungkinkan pekebun menghubungkan materi yang diperoleh selama pelatihan dengan penerapannya dalam kegiatan perkebunan sehari-hari.

BACA JUGA: Malaysia Perluas Pasar Ekspor Sawit ke Afrika dan Timur Tengah, Petani Kecil Jadi Prioritas

Penguatan keterampilan panen dan pascapanen menjadi penting karena kesalahan dalam menentukan kematangan buah maupun penanganan hasil dapat mengurangi manfaat dari produksi yang telah dihasilkan. Dengan pengelolaan yang lebih tepat, potensi kebun diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Melalui program pengembangan SDM tersebut, para pekebun diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk memperbaiki praktik panen dan pascapanen di kebun masing-masing. Peningkatan kompetensi ini diharapkan turut mendukung pengelolaan perkebunan sawit rakyat yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com