86 Pekebun Sawit Jambi Ikuti Pelatihan, Pelajari Pengelolaan Kebun dari Pembibitan hingga Pengendalian Hama

oleh -281 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. IPB Training untuk InfoSAWIT/ Sebanyak 86 pekebun sawit dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, mengikuti Pelatihan Budi Daya Kelapa Sawit pada 7–12 Oktober 2026.

InfoSAWIT, JAMBI – Peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit tidak hanya bergantung pada pemilihan benih unggul, tetapi juga pada ketepatan pemeliharaan, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit. Memahami seluruh tahapan budi daya tersebut, sebanyak 86 pekebun sawit dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, mengikuti Pelatihan Budi Daya Kelapa Sawit pada 7–12 Oktober 2026.

Pelatihan ini diselenggarakan melalui kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan, dan IPB Training. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi teknis pekebun dalam mengelola perkebunan secara terencana dan berkelanjutan.

Materi pelatihan dirancang mencakup seluruh rangkaian pengelolaan kebun, mulai dari penyediaan bahan tanam hingga perawatan tanaman pada fase menghasilkan. Pendekatan ini penting karena setiap keputusan dalam budi daya saling berkaitan dan dapat memengaruhi pertumbuhan serta produktivitas tanaman.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Senin (12/10), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Mayoritas Menguat

Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (13/10/2026), pada tahap awal, peserta mempelajari karakteristik benih unggul, perbedaan benih legal dan ilegal, prosedur pengadaan bahan tanam, serta pengelolaan pembibitan pada fase pre-nursery dan main-nursery. Pekebun juga dibekali pengetahuan untuk membedakan bibit normal dan abnormal sebelum tanaman ditanam di lapangan.

Pembahasan berlanjut pada persiapan lahan, meliputi kesesuaian lahan dan iklim, pengaturan jarak tanam, pembuatan lubang tanam, serta konservasi tanah dan air. Pemahaman terhadap aspek tersebut diperlukan untuk menciptakan kondisi tumbuh yang sesuai bagi tanaman kelapa sawit.

 

Pemeliharaan dan Pemupukan Jadi Perhatian

Selain pembibitan dan persiapan lahan, pelatihan menekankan pentingnya pemeliharaan yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Pada fase tanaman belum menghasilkan (TBM), kegiatan yang dipelajari meliputi sensus tanaman, penyulaman, pemeliharaan piringan, pengendalian gulma, dan perawatan infrastruktur kebun.

BACA JUGA: DPRD Kalimantan Utara Gelar RDP Bahas Kemitraan Plasma PT Pipit Citra Perdana

Sementara itu, pada fase tanaman menghasilkan (TM), peserta mempelajari pengelolaan pelepah dan berbagai kegiatan pemeliharaan yang mendukung kondisi tanaman serta kebun.

Aspek pemupukan juga menjadi bagian penting dalam pelatihan. Peserta mempelajari prinsip pemupukan yang tepat, gejala kekurangan unsur hara, serta perencanaan kebutuhan pupuk untuk tanaman TBM dan TM. Materi mengenai kesehatan tanah dan pemanfaatan bahan organik turut diberikan untuk memperluas pemahaman pekebun dalam menjaga kualitas media tumbuh.

Dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), peserta dibekali kemampuan mengidentifikasi gangguan, melakukan deteksi dini, melaksanakan sensus OPT, serta memahami prinsip pengendalian terpadu. Materi tersebut juga mencakup pemanfaatan agens hayati dan tanaman bermanfaat, serta penggunaan pestisida secara tepat dan aman.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode I Oktober 2026 Tertinggi Rp3.766,89/Kg, Ini Daftar Harga Berdasarkan Umur

 

Perkuat Kompetensi Pekebun Sawit Rakyat

Pembelajaran dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, serta praktik dan simulasi pada materi tertentu. Metode tersebut diharapkan membantu peserta memahami penerapan teknik budi daya sesuai kondisi tanaman dan kebutuhan di lapangan.

Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Henrizal, S.Pt., M.M., bersama sejumlah pejabat dan perwakilan instansi yang menangani sektor perkebunan.

Melalui pelatihan ini, pekebun diharapkan mampu mengevaluasi praktik pengelolaan kebun yang selama ini diterapkan. Keputusan teknis tidak hanya didasarkan pada kebiasaan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi tanaman, kebutuhan pemeliharaan, serta efisiensi pengelolaan.

BACA JUGA: Harga CPO Diproyeksi Kembali ke RM5.000 per Ton pada Awal 2027

Penguatan kompetensi dari tahap pembibitan hingga pengendalian hama dan penyakit diharapkan dapat mendukung pengelolaan kebun yang lebih terencana. Konsistensi penerapan teknik budi daya di lapangan menjadi faktor penting agar peningkatan pengetahuan tersebut dapat berkontribusi terhadap kesehatan tanaman dan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com