Musim Mas Kerahkan 1.000 Personel dan Helikopter untuk Tangani Karhutla di Kalimantan Tengah

oleh -369 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Musim Mas Group memperkuat upaya pemadaman dan pencegahan dengan mengerahkan lebih dari 1.000 personel, 16 unit mobil pemadam kebakaran, serta satu helikopter untuk penyiraman dari udara atau water bombing.

InfoSAWIT, MEDAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mendorong Musim Mas Group memperkuat upaya pemadaman dan pencegahan dengan mengerahkan lebih dari 1.000 personel, 16 unit mobil pemadam kebakaran, serta satu helikopter untuk penyiraman dari udara atau water bombing. Sejak 8 Juli 2026, tim perusahaan juga membantu penanganan kebakaran di 13 desa terdampak.

Dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT pada Rabu (7/10/2026), perusahaan menyebut operasi pemadaman tidak hanya difokuskan di wilayah operasional, tetapi juga menjangkau desa-desa di sekitarnya. Sebanyak 13 desa yang mendapat bantuan penanganan meliputi Sebabi, Kenyala, Tanah Putih, Hanjalipan, Tangar, Baampah, Penyang, Camba, Soren, Bagendang Tengah, Natai Baru, Palangan, dan Kandan.

Upaya tersebut berlangsung di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran. Menghadapi situasi ini, perusahaan menggabungkan pemadaman dari darat, penyiraman udara, pemantauan titik api, dan pembuatan sekat bakar untuk membatasi penyebaran api.

BACA JUGA: Konsumsi Biodiesel Melonjak 13,59%, Penyerapan Sawit Domestik Makin Besar

 

Pemadaman Gabungkan Metode Darat dan Udara

Manager Survey Musim Mas Group sekaligus Koordinator Penanggulangan Karhutla perusahaan di wilayah Kalimantan, Bangun Hapsoro, mengatakan strategi pemadaman disesuaikan dengan kondisi dan akses menuju lokasi kebakaran.

“Di lapangan, kami tidak bisa hanya mengandalkan satu cara. Ada tim yang bekerja dari darat, ada water bombing untuk menjangkau titik yang sulit, dan ada juga alat berat untuk membuat sekat bakar agar api tidak semakin meluas,” ujar Bangun.

Helikopter yang dikerahkan dilengkapi bambi bucket berkapasitas sekitar 800 liter air dalam sekali penyiraman. Dalam kondisi tertentu, penyiraman dapat dilakukan hingga sekitar 30 kali sehari. Setelah serangan awal dari udara, tim darat melanjutkan penyemprotan dan pendinginan untuk memastikan api serta bara benar-benar padam.

BACA JUGA: Sekadau Salurkan 57.700 Bibit Sawit Unggul, Program IP3K Jangkau 21 Kelompok Tani

Penanganan menjadi lebih rumit ketika kebakaran terjadi di lahan gambut. Api yang tidak lagi terlihat di permukaan masih berpotensi bertahan di bawah tanah sehingga membutuhkan pendinginan dan pemantauan berulang.

“Di lahan gambut, pekerjaan tidak selesai ketika api sudah tidak terlihat. Kami tetap melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada bara yang masih menyala,” kata Bangun.

Keterbatasan sumber air turut menjadi kendala. Sejumlah kolam penampungan dan sungai mengalami penyusutan, bahkan mengering akibat cuaca kering. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung operasi pemadaman.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 7–13 Oktober 2026, Umur 9 Tahun Rp3.796,85 per Kg

 

Ribuan Karyawan Terlibat, Posko Kesehatan Dibuka

Lebih dari 1.000 staf dan karyawan perusahaan di Kalimantan Tengah dilibatkan dalam regu pemadam secara bergiliran selama lebih dari dua bulan. Suparman, Asisten Kepala Training Center Musim Mas Group yang turut bertugas, mengatakan personel harus menghadapi kelelahan dan asap tebal selama operasi berlangsung.

“Memang lelah. Selama lebih dari dua bulan kami harus siaga dan bekerja bergantian. Tapi yang kami inginkan sederhana, api segera padam, udara kembali lebih baik, dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan nyaman,” ujar Suparman.

Selain pemadaman, perusahaan membuka lima posko kesehatan gratis di sejumlah lokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat.

BACA JUGA: Kementan Kaji Substitusi Impor Soybean Meal dengan Bahan Berbasis Sawit untuk Pakan Ayam

Dokter perusahaan sekaligus Koordinator Posko Kesehatan, dr. Yulin Effendi, menyebut setiap posko melayani sekitar 100–120 pasien. Sekitar 30–40% pasien mengalami keluhan pernapasan, seperti batuk dan sesak napas. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, vitamin, masker, hingga oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Pelaksana Harian Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Rihel Magat, menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan keterlibatan pemerintah, masyarakat, kecamatan, dan sektor swasta.

“Penanganan karhutla itu harus ada kelompok kerja. Bukan hanya pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat, pihak kecamatan, dan pihak swasta,” ujarnya.

Menurut Rihel, dukungan dunia usaha membantu memperkuat kapasitas penanganan di daerah, termasuk melalui tambahan kendaraan tangki dan water cannon. Musim Mas Group juga menyalurkan peralatan pemadam berupa mesin pompa air, selang, nozzle, dan perlengkapan pendukung kepada 14 desa di Kotawaringin Timur.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Cenderung Tetap Pada Senin (5/10), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat

Bantuan tersebut diharapkan memperkuat kemampuan masyarakat melakukan penanganan awal sebelum kebakaran meluas.

 

Perkuat Pencegahan dan Deteksi Dini

Di luar operasi pemadaman, Musim Mas Group menerapkan kebijakan Zero Burning Policy yang melarang penggunaan api dalam pengelolaan lahan. Langkah tersebut didukung pemantauan titik panas melalui citra satelit, verifikasi lapangan, penggunaan drone di lokasi yang sulit dijangkau, serta pengawasan melalui menara pantau api.

Perusahaan juga menyiapkan regu pemadam terlatih, kendaraan dan peralatan pemadaman, serta embung sebagai sumber air. Sementara di tingkat masyarakat, program Masyarakat Bebas Api (MBA) telah dijalankan sejak 2016 melalui edukasi, patroli, peningkatan kapasitas, dan dukungan sarana pemadaman. Program ini turut mendorong praktik pembukaan lahan tanpa bakar dan memberikan penghargaan kepada desa yang berhasil bebas dari api selama satu tahun penuh.

BACA JUGA: GAPPKES MIKEMINO Dorong Petani Sawit Masuk Rantai Pasok Biodiesel Nasional

Rangkaian upaya tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak cukup mengandalkan pemadaman ketika api muncul. Kesiapan personel, ketersediaan air, akses layanan kesehatan, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca kering masih meningkatkan kewaspadaan di Kalimantan Tengah. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com