InfoSAWIT, JAKARTA – Sektor biodiesel menjadi penggerak utama kenaikan konsumsi minyak sawit dalam negeri pada Juli 2026. Di tengah pertumbuhan produksi, penyerapan minyak sawit untuk kebutuhan energi meningkat tajam, memperlihatkan semakin besarnya peran pasar domestik dalam menyerap produk sawit Indonesia.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat konsumsi minyak sawit nasional pada Juli 2026 mencapai 2,275 juta ton, naik 3,35% dibandingkan Juni yang sebesar 2,201 juta ton. Dari total konsumsi tersebut, sektor biodiesel menyerap 1,285 juta ton, meningkat 13,59% dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,131 juta ton.
Catat Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, kenaikan konsumsi biodiesel itu menjadi perubahan paling menonjol dibandingkan dua sektor pengguna lainnya. Konsumsi untuk pangan justru turun 8,31% menjadi 805 ribu ton, sementara penggunaan untuk oleokimia berkurang 3,65% menjadi 185 ribu ton.
BACA JUGA: Sekadau Salurkan 57.700 Bibit Sawit Unggul, Program IP3K Jangkau 21 Kelompok Tani
“Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan penyerapan minyak sawit domestik pada Juli terutama ditopang oleh kebutuhan biodiesel, bukan oleh peningkatan konsumsi di seluruh sektor industri,” kataya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (6/10/2026).
Secara kumulatif, konsumsi minyak sawit dalam negeri sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai 15,219 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 6,38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 14,306 juta ton.
Di sisi produksi, industri sawit juga mencatatkan pertumbuhan. Produksi CPO pada Juli 2026 mencapai 4,904 juta ton, naik 1,68% dibandingkan Juni. Sementara produksi minyak inti sawit atau PKO meningkat dari 449 ribu ton menjadi 466 ribu ton.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 7–13 Oktober 2026, Umur 9 Tahun Rp3.796,85 per Kg
Dengan demikian, total produksi CPO dan PKO pada Juli mencapai 5,370 juta ton, meningkat 1,87% dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,272 juta ton.
Meski produksi dan konsumsi domestik sama-sama meningkat, perkembangan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh tambahan produksi terserap pasar dalam negeri. Ekspor produk sawit pada Juli justru turun 2,67% menjadi 3,188 juta ton dari 3,275 juta ton pada Juni.
Data GAPKI juga menunjukkan stok minyak sawit Indonesia pada akhir Juli 2026 mencapai 2,758 juta ton. Angka tersebut menjadi bagian penting dalam membaca keseimbangan pasokan, konsumsi domestik, dan ekspor di tengah meningkatnya kebutuhan bahan baku energi.
BACA JUGA: Kementan Kaji Substitusi Impor Soybean Meal dengan Bahan Berbasis Sawit untuk Pakan Ayam
Dalam periode Januari–Juli 2026, konsumsi biodiesel secara kumulatif mencapai 7,857 juta ton, naik dibandingkan 7,232 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menegaskan besarnya penyerapan minyak sawit oleh sektor energi dalam struktur konsumsi nasional.
Bagi industri sawit, perkembangan tersebut menempatkan pasar domestik sebagai salah satu komponen penting dalam dinamika permintaan. Namun, data bulanan saja belum cukup untuk menyimpulkan apakah peningkatan konsumsi biodiesel akan terus berlangsung atau bagaimana dampaknya terhadap keseimbangan pasokan sepanjang tahun. (T2)
