InfoSAWIT, MEDAN – Sebanyak 90 pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, menyelesaikan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit sebagai bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS). Kegiatan yang difasilitasi PT Koompasia Enviro Institute ini mendapat dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI, untuk memperkuat kapasitas pekebun dalam mengelola kebun secara produktif dan berkelanjutan.
Pelatihan berlangsung pada 20–25 Juli 2026 di Medan dengan mengombinasikan pembelajaran teori selama lima hari dan praktik lapangan selama satu hari di Verdant Bioscience PT Timbang Deli Indonesia. Model pelatihan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep budidaya, tetapi juga mampu menerapkan teknologi dan praktik terbaik langsung di kebun mereka.
Peserta berasal dari berbagai kecamatan di Aceh Singkil dan dibagi ke dalam Angkatan IV, V, dan VI. Fokus utama pelatihan adalah meningkatkan kemampuan pekebun dalam menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari penggunaan benih unggul bersertifikat, teknik penanaman, pemupukan, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman guna meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen.
BACA JUGA: POPSI Desak Transparansi Data Klaim DSI Soal Penyempitan Gap Harga Ekspor Sawit
Mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Mukhlis saat membuka pelatihan menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat.
Menurutnya, pemahaman mengenai penggunaan benih unggul serta pengelolaan hama dan penyakit tanaman akan membantu petani meningkatkan produktivitas kebun sekaligus memperbaiki kesejahteraan mereka.
“Pelatihan ini sangat penting bagi para petani, terutama dalam memahami penggunaan benih unggul bersertifikat serta penanganan hama dan penyakit tanaman kelapa sawit. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta kesejahteraan pekebun,” ujarnya, dalam keterangan resm diterima InfoSAWIT, Senin (27/7/2026).
BACA JUGA: Perusahaan Sawit di Kutai Timur Didorong Perkuat Kepemimpinan Perempuan dan Budaya Kerja Inklusif
Direktur PT Koompasia Enviro Institute, Henry Marpaung, menjelaskan bahwa Program SDM PKS merupakan investasi jangka panjang pemerintah untuk menciptakan pekebun yang lebih profesional dan mampu menghadapi tantangan industri sawit yang semakin kompetitif.
Ia menilai komitmen BPDP dalam pengembangan sumber daya manusia menjadi langkah strategis untuk mendorong produktivitas perkebunan rakyat. Karena itu, pelatihan disusun dengan materi, narasumber, fasilitas pembelajaran, serta praktik lapangan yang mengacu pada standar industri perkebunan modern.
Apresiasi juga disampaikan Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Singkil, Nirwana Angkat. Ia menyebut pelatihan tersebut sangat dibutuhkan mengingat Aceh Singkil merupakan salah satu sentra perkebunan kelapa sawit terbesar di Provinsi Aceh.
BACA JUGA: Airlangga Dorong Riset Sawit Perkuat Implementasi B50 dan Hilirisasi Bernilai Tambah
Menurutnya, peningkatan kompetensi petani menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam membangun sektor perkebunan yang lebih maju, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.
Selama pelatihan, peserta mengikuti berbagai metode pembelajaran interaktif, mulai dari ceramah, diskusi, studi kasus, simulasi hingga praktik langsung bersama para praktisi dan tenaga ahli industri sawit. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan peserta dalam menerapkan teknik budidaya sesuai kondisi di lapangan.
Master Trainer Ronald Pasaribu menegaskan bahwa produktivitas kebun sangat ditentukan oleh konsistensi petani dalam menerapkan teknik budidaya yang benar sejak tahap awal penanaman.
