Ia menjelaskan bahwa penggunaan benih unggul, pemupukan yang tepat, pengendalian gulma, serta pengelolaan hama dan penyakit secara terpadu merupakan faktor penting untuk menghasilkan produktivitas tinggi dengan biaya produksi yang lebih efisien.
Sebagai bagian dari pembelajaran, peserta juga melakukan praktik lapangan di Verdant Bioscience PT Timbang Deli Indonesia. Di lokasi tersebut mereka mempelajari secara langsung sistem pembibitan, pemeliharaan tanaman menghasilkan, manajemen hara, pengendalian gulma, hingga identifikasi hama dan penyakit tanaman yang diterapkan di perusahaan.
Salah seorang peserta, Surianto J., mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan. Ia menyatakan siap menerapkan materi yang diperoleh untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit miliknya.
- BACA JUGA:
Sebagai tindak lanjut, PT Koompasia Enviro Institute akan melaksanakan program monitoring dan pendampingan melalui pembangunan demonstration plot (demplot) di lokasi peserta. Pendampingan tersebut bertujuan mengukur tingkat adopsi teknologi budidaya, mengevaluasiRSPO Dorong Transformasi Sawit Berkelanjutan di China, Konsumsi CSPO Tembus 550 Ribu Ton efektivitas pelatihan terhadap produktivitas kebun, sekaligus memastikan praktik budidaya berkelanjutan dapat diterapkan secara konsisten.
Melalui dukungan BPDP, sinergi bersama Ditjenbun, serta pelaksanaan oleh PT Koompasia Enviro Institute, Program SDM PKS diharapkan mampu melahirkan pekebun sawit yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kompetensi yang lebih baik, serta mampu meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan daya saing perkebunan kelapa sawit Indonesia. (T2)
