InfoSAWIT, JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) memperkuat sinergi antara industri kelapa sawit dan media melalui kegiatan gathering yang digelar di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana informal tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan sekaligus membuka komunikasi yang lebih intensif antara pelaku industri sawit dan insan pers. Bagi kedua pihak, komunikasi yang berkelanjutan dinilai penting agar informasi mengenai sektor sawit dapat disampaikan kepada publik secara lebih utuh dan berbasis data.
Ketua Bidang Komunikasi GAPKI, Bandung Sahari, mengatakan hubungan yang telah terjalin dengan media perlu terus dijaga. Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi industri sawit tidak dapat dilihat hanya dari satu sisi, tetapi membutuhkan pemahaman bersama dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Diproyeksi Tetap Kuat pada Semester II 2026 Meski Stok Naik
“Kita sudah seperti keluarga. Karena itu kita harus melihat challenge ini bersama-sama sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi bersama untuk kepentingan bukan hanya industri sawit, tetapi juga rakyat Indonesia secara positif,” ujar Bandung, dalam acara yang dihadiri InfoSAWIT.
Dorong Komunikasi Tidak Hanya Saat Muncul Isu
Bandung menilai masih banyak informasi mengenai industri sawit yang belum diketahui masyarakat. Karena itu, hubungan antara industri dan media perlu dibangun secara konsisten, bukan hanya ketika muncul persoalan atau isu tertentu.
Interaksi yang lebih intensif, kata dia, diharapkan dapat membuka ruang pertukaran informasi yang lebih lengkap. Dengan demikian, wartawan memiliki kesempatan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai berbagai persoalan yang dihadapi industri sawit.
BACA JUGA: Nanolignin dari TKKS Berpotensi Jadi Adsorben Ramah Lingkungan untuk Serap Timbal
Menurut Bandung, kelengkapan data menjadi salah satu faktor penting dalam membangun komunikasi publik yang lebih substantif. Informasi yang memadai juga dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan berbagai pemangku kepentingan, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.
“Banyak hal yang harus diketahui, tapi publik tidak tahu. Kalau data-data kita lengkap, informasi kita lengkap, karena kita saling berinteraksi secara intens, harapannya ke depan kita bisa lebih mengatakan yang substantif dan memberikan dampak yang signifikan untuk masyarakat, terutama untuk bangsa ini,” katanya.
Filosofi Billiard dan Strategi Komunikasi
Suasana gathering dibuat lebih cair melalui sejumlah aktivitas, termasuk permainan billiard. Bagi Bandung, permainan tersebut memiliki filosofi yang relevan dengan bagaimana industri dan media membangun komunikasi.
BACA JUGA: 2.587 Koperasi Perkebunan Didorong Perkuat Hilirisasi Sawit dan Posisi Petani
Menurutnya, seorang pemain billiard tidak dapat langsung menentukan tembakan tanpa terlebih dahulu membaca kondisi permainan. Posisi bola, arah sasaran dan situasi di sekeliling harus diperhitungkan sebelum menentukan langkah.
“Untuk bisa memberikan satu tembakan itu harus dianalisa. Harus mengerti kondisi kanan dan kiri. Harus berstrategi,” ujarnya.
Filosofi tersebut, lanjut Bandung, dapat diterapkan dalam komunikasi industri sawit. Sebelum informasi disampaikan kepada publik, diperlukan pemahaman terhadap persoalan, dukungan data serta strategi agar pesan yang disampaikan dapat mencapai sasaran dengan tepat.
